Sejumlah Santriwati Positif Covid-19, Asrama Putri di Colomadu Dikosongkan

Editor: KRjogja/Gus

Penularan Covid-19 di antara para samtriwati disesalkannya. Ia menduga penyelenggara pendidikan di sana kurang maksimal melakukan screening serta adanya santriwati menutupi kondisi sebenarnya.

“Itu kan kemarin liburan tahun baru dipulangkan. Masuk lagi, 3 Januari 2021. Pondok pesantren screening. Siswa diminta membawa surat hasil rapid test. Ternyata ada informasi yang tidak diketahui atau tidak disampaikan kepada pondok pesantren. Keluarga salah satu santri itu ternyata ada yang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19. Pondok pesantren seharusnya lakukan screening di tempat. Jangan hanya mengandalkan surat sehat saja,” tegasnya.

Pantauan KR di pesantren itu, para orangtua menunggu putrinya keluar gerbang usai menjalani swab antigen di area terbuka pesantren. Personel DKK melarang santriwati membawa benda-benda dari asrama ke luar sebelum disterilisasi.

Saat hendak dikonfirmasi, manajemen pesantren menolak memberi keterangan. Seorang dari dalam asrama meminta KR menemui ustaz Qoyyim. “Sudah dibikin rilis sama pak Qoyyim. Ke sana saja,” kata perempuan itu dengan nada membentak.

Pemilik nama Qoyyim dikabarkan berada di asrama santri yang terletak bukan di kompleks yang sama. Di tempat yang dimaksud, ternyata manajemen pesantren juga menolak memberi keterangan.
“Tidak bisa. Pak Qoyyim tidak ada. Tidak tahu kapan datang atau malah tidak datang. Soal itu (wabah di asrama putri) saya tidak tahu,” ujar seorang pria dari kantor sekretariat yang enggan menyebutkan namanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI