Sekolah di Purbalingga Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Editor: Ivan Aditya

“Karena pasti ada beda pendapat. Sebagian besar memang minta tatap muka tapi tetap ada saja yang menolak,” ujarnya.

Untuk penerapan social distancing, diterapkan sistem shift alias giliran. Pelaksanaan jam belajar juga dikurangi. Media belajar seperti buku juga tidak diperkenankan untuk bergantian.

“Jadi teknisnya, di sekolah wajib mengikuti protokol kesehatan, guru dan siswa yang bersuhu badan di atas 37, 5 derajat Celcius tidak diizinkan mengikuti pembelajaran dan segera menghubungi petugas kesehatan setempat,” ujarnya.

Kendati pembelajaran dengan tatap muka sudah dibolehkan, pelalsanaannya harus sangat hati-hati. Saat ini Purbalingga masih dalam zona kuning.

Untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, kepala sekolah tingkat SMP meminta ijin kepada Ketua Gugus Tugas Kecamatan. Sedangkan SD meminta ijin kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Desa/Kelurahan setempat. “Gugus Tugas itu yang memberikan surat keterangan kepada sekolah untuk pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Korwilcam serta Pengawas Sekolah akan memantau pelaksanaannya. Kegiatan tatap muka tersebut bisa dihentikan sewaktu-waktu apabila sekolah tidak melaksanakan protokol kesehatan. Atau bila ada protes keberatan dari orang tua murid, atau ada kasus yang terjadi di sekitar. “Otomatis langsung dihentikan,” tegasnya. (Rus)

BERITA REKOMENDASI