Serangan Jantung, Walikota Pekalongan Meninggal

PEKALONGAN, KRJOGJA.com – Walikota Pekalongan HA Alf Arslan Djunaid SE yang akrab disapa Alex, meninggal dunia di Rumah Sakit Bendan Kota Pekalongan Jawa Tengah, Kamis (7/9/2017) pukul 15.45.

Informasi yang dihimpun KRJOGJA.com menyebutkan, sebelum meninggal, Alf Arslan melakukan perjalanan dinas ke Makassar mengikuti kegiatan Kota Kreatif dan tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang Kamis pukul 11.30. Dengan dijemput mobil dinas dan ajudannya Iwan, Alf Arslan menuju ke Pekalongan. Begitu sampai di rumah pribadi di Jalan Toba Kota Pekalongan, Alf Arslan pergi ke kamar mandi dan terjatuh. Untuk mendapatkan perawatan medis, ia dilarikan ke RSUD Bendan. Namun setelah sekitar dua jam mendapatkan perawatan, nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Direncanakan jenazah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Ponpes Modern Alquran HA Djunaid di Buaran Pekalongan, Jumat (8/9/2017) hari ini usai Salat Jumat.

Alf Arslan Djunaid yang lahir 24 Mei 1970 merupakan putra sulung pasangan HA Zaky Djunaid dan Hj Kustiningsih. Sosoknya dikenal sangat ramah dan merakyat,  tidak ada sekat dengan masyarakat dalam kepemimpinannya. Bahkan sering blusukan menyambangi masyarakat kecil, sehingga dengan mudah terpilih menjadi Walikota Pekalongan periode 2015-2020 dan dilantik pada 17 Februari 2015.

Almarhum sebelumnya sempat menjabat Wakil Walikota Pekalongan periode 2010-2015. Selama menduduki jabatan di Kota Pekalongan tidak pernah menempati rumah dinas, melainkan tinggal di rumah pribadinya di Jl Toba bersama istrinya, Ratna Sofia Sunhadji SE dan dua putri kembarnya Amadea Revalana Djunaid dan Amadea Alena Djunaid yang masih duduk di Sekolah Dasar.

Almarhum merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Kariernya sebelum memasuki dunia eksekutif menjabat sebagai salah satu pimpinan di Kospin Jasa dan berbagai organisasi lainnya.

Kepergian almarhum mengejutkan berbagai kalangan baik masyarakat maupun koleganya, mengingat kondisinya ketika itu terlihat sehat-sehat saja. "Kami merasa kehilangan sosok pemimpin yang egaliter," ujar Edywan, salah satu tokoh Pesindon, tempat kelahiran almarhum. (Riy)

 

BERITA REKOMENDASI