Serayu Banjir Sampah, Opersional PLTA Mrica Berhenti

BANJARNEGARA,KRJOGJA.com – Akibat banjir besar sungai Serayu, operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica Banjarnegara berhenti total. Penyebabnya, pintu pengambilan air atau intake gate PLTA berkapasitas 180 MW itu, tertimbun sampah dan lumpur yang masuk ke waduk terbawa banjir pada tanggal 1 sampai 4 Desember.

General Manajer PT Indonesia Power Mrica Power Generation Unit (PGU) Mrica, Slamet Suwardi, Rabu petang (16/12) mengatakan, banjir besar berdampak serius terhadap PLTA Mrica.
“Pembangkit untuk sementara tak mungkin dioperasikan dan harus shut down karena terganggu sampah dan lumpur. Saat banjir besar, inflo atau air yang masuk ke waduk mencapai 1.400 M3/detik dan merupakan banjir lima tahunan,” katanya.

Menurut Slamet Suwardi, sejumlah pekerja diturunkan untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur yakni membersihkan sampah di intake gate dan endapan lumpur dengan cara membuka pintu penguras atau Drawdown Culvert (DDC). Sampah didominasi limbah pertanian, batang bambu dan kayu.

BERITA REKOMENDASI