Setahun ‘Ngobat’ Janda Muda Minta Direhab

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Setelah satu tahun nyandu narkoba, M (31) melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Purbalingga. Perempuan itu datang ke BNN Purbalingga agar dapat lepas dari adiksi(ketergantungan) narkoba. Hanya saja, kendati melapor dengan sukarela, terkesan niat M hanya setengah hati.

"M mengaku sempat menghisap tembakau Gorila lebih dulu, sesaat sebelum datang ke kantor BNN pada Jumat pekan lalu," tutur Kepala BNN Purbalingga, Sudirman, Senin siang (26/8/2019).

Sudirman yang didampingi Kasi Humas Awan Pratama menambahkan, kepada petugas BNN, M mengaku semula hanya menggunakan obat flu dan batuk. Setiap kali mengkonsumsi, paling sedikit  satu dus. Kemudian merambah obat yang seharusnya menggunakan resep atau petunjuk dokter. "Dia serampangan mengkonsumsi  aplrazolam, riclona, heximer. Malah diperparah dengan tembakau gorila yang mengandung kadar ganja sintetis," ujarnya.

Awan Pratama yang merangkap konselor rehabilitasi menimpali, latar belakang M menyalahgunakan narkoba karena faktor disharmoni keluarga. Perempuan asal Wonosobo yang berdomisili di Purwokerto itu dikhianati suaminya hingga bercerai. 

BNN Purbalingga merujuk janda dengan dua anak itu ke Klinik Siloam untuk mendapat layanan rehabilitasi. Klinik Siloam merupakan mitra BNN Purbalingga sebagai Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM). "Klien itu kami rujuk ke Klinik Siloam Karena layanan rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama BNN Purbalingga telah memenuhi quota 18 klien di Tahun 2019. Kendati demikian, biaya rehabilitasi di Klinik Siloam ditanggung BNN," ujarnya.  (Rus)

BERITA REKOMENDASI