Silaturahim Kebhinekaan, Bersatu dengan Demokrasi Warung Makan

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Persatuan dan kerukunan antar umat beragama maupun suku bisa dibangun dengan demokrasi warung makan. Berbagai selera pengunjung dan menu yang tersedia bisa disandingkan dalam satu meja.

“Seseorang menyantap makan siang dengan lauk udang dan minum es teh. Di meja yang sama ada yang memilih menu ayam goreng dan minum es jeruk. Mereka bisa menikmati makanan dan minuman masing-masing sambil ngobrol,” tutur Muhammad Habib Luthfi Bin Yahya, dalam kegiatan Silaturahmi Kebhinekaan di kompleks Gereja St. Agustinus Purbalingga, Rabu (16/9/2020).

Di warung makan pula, lanjut ulama kondang yang juga anggota dewan pertimbangan presiden (wantimpres) itu, tidak pernah terjadi orang bertengkar atau berkelahi karena beda selera dan pilihan menu. Demokrasi warung makan itu bisa dicontoh untuk memelihara persatuan dan kerukunan antar umat beragama dan antar suku.

“Hormati orang lain yang memilih menu yang berbeda dengan kita. Hormati hak orang memeluk agama yang diyakininya,” ujarnya.

Bila silaturahmi rutin dilakukan, Indonesia tidak mudah dikoyak, dirusak. Bahkan Habib Luthfi membandingkan sekalipun
gunung Slamet menjadi emas, tidak sebanding dengan momen hari itu.

Silaturahmi Kebhinekaan yang digagas Polres dan Kodim 0702 Purbalingga itu dihadiri Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, Kapolres AKBP Muchammad Syafi Maula, Komandan Kodim Letkol Inf Decky Zulhas, dan unsur Forkompimda lainnya. Dari Gereja St. Agustinus, Safari Silaturahmi Kebhinekaan dilanjutkan ke Masjid Agung Darussalaam dan Klenteng Hok Tek Bio. (Rus)

BERITA REKOMENDASI