Sopir Travel Perkosa Gadis Bawah Umur

Editor: Ivan Aditya

BANYUMAS, KRJOGJA.com – Setelah melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banyumas, Jawa Tengah, menangkap seorang sopir travel JJ (33) warga Desa Cebentang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah.

“Setelah polisi mendapatkan Informasi keberadaan tersangka pada Selasa (18/1/2022) yang bekerja sebagai sopir trevel di Bumiayu, langsung diamankan dibawa ke kantor Sat Reskrim Polresta Banyumas,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry, Kamis (20/01/2022).

Berry, menjelaskan tersangka melakukan perbuatan keji ini terhadap korban seorang gadis berinisial TA (14) warga Kecamatan Bantarkawung, Brebes di bulan Juli tahun 2021 di Hotel Cipendok Indah Desa Karang Tengah, Cilongok, Banyumas.

Namun kasusnya baru diketahui oleh orang tua korban beberapa hari lalu, setelah orang tua korban melihat ada tespek atau tes kehamilan di kamar korban. Orang tua korban yang curiga menanyai korban dan mengaku sudah disetubuhi oleh pelaku dengan ancaman kekerasan. Kemudian kasus itu dilaporkan ke Polresta Banyumas.

Berry, menambahkan modus tersangka mengajak korban untuk jalan-jalan menuju ke Cipendok Cilongok, Banyumas. Kemudian sesampainya di kawasan wisat Cipendok tersangka membelokan motornya ke salah satu Hotel di Cipendok. Di hotel itu pelaku mengajak korban untuk masuk ke dalam kamar dan selanjutnya tersangka menyetubuhi korban, dengan ancaman.

“Korban menangis kesakitan namun oleh tersangka mulut korban dibungkam dan mengatakan kepada korban ‘diam, jangan teriak kamu, mau saya bunuh, kamu mau mati disini’. Setelah melakukan perbuatannya, tersangka mengantar korban pulang kerumah,” kata Berry.

Penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banyumas yang mendapat laporan dan keterangan korban dan juga saksi-saksi, berhasil menangkap pelaku. Selain menangkap pelaku polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu satu buah celana jeans warna biru, satu buah hijab warna hitam, satu buah baju warna cokelat, satu buah bra warna coklat dan satu buah celana dalam motif bunga warna hitam untuk penyidikan lebih lanjut.

Berkaitan dengan perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman lima tahun penjara. (Dri)

BERITA REKOMENDASI