Status Tanah PT KAI dan Pelindo III Ganjal Program Kotaku

CILACAP, KRJOGJA.com – Status tanah milik PT KAI dan Pelindo III di Kelurahan Tambakreja dan Tegalreja Kecamatan Cilacap Selatan, diketahui mengganjal pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Cilacap, yang merupakan salah satu dari sejumlah upaya strategis Dirjen Cipta Karya Kementrian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sehingga pelaksanaan program Kotaku sampai dengan akhir tahun 2019,  tidak bisa menjamah wilayah kumuh di dua kelurahan itu.

"Karena terbentur status tanah tersebut maka pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kabupaten Cilacap akan mencarikan Solusi nya, "ujar Nurdiyanto Koordinator Program Kotaku Cilacap, Jumat (20/12/2019). 

Diantaranya, kata Nurdiantyo dengan melalui CSR BUMN tersebut. Menurutnya,, tujuan program Kotaku diantaranya, meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di pemukiman  kumuh perkotaan, mendukung perwujudan perkotaan yang layak huni.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kabupaten Cilacap, Sujito, mengatakan,  program Kotaku di Cilacap dimulai tahun 2014 seluas 26,84 hektare , berada pada 6 Kelurahan di wilayah eks kotip dan dua desa ( Menganti Kecamatan Kesugihan dan Tritih Wetan Kecamatan Jeruklegi). "Sampai dengan tahun 2019, sudah mencapai nol di luar Kelurahan Tambakreja dan Tegalreja," katanya. 

Artinya, dari 26, 84 hektare kawasan kumuh di Cilacap, sudah tergarap 21,84 hektar. Sisanya 5 hektare kawasan kumuh di Kelurahan Tegalreja dan Tambakreja  belum terjamah karena status tanahnya milik PT KAI dan Pelindo III. (Otu)

BERITA REKOMENDASI