Stunting Masih Tinggi, Purbalingga Terima Bantuan Beras Fortivit Bulog

Editor: Agus Sigit

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Perum Bulog menyalurkan bantuan program tanggungjawab sosial dan lingkungan atau Coorporate Social Responsibility (CSR) berupa 5 ton beras Fotivit bagi 12 pondok pesantren di Purbalingga. Bantuan itu disalurkan melalui Pemkab Purbalingga, Jumat siang (20/8/2021).

“Bantuan beras ini sebenarnya diperuntukkan bagi daerah dengan angka stunting tinggi. Seperti Purbalingga dengan angka stunting cukup tinggi pada tahun 2016 yang mencapai 23 persen.” tutur Direktur Human Capital Perum Bulog Purnomo Sinar Hadi, di Pendopo Dipokusumo, Jumat siang (20/8/2021).

Purnomo menyebutkan, Perum bulog memproduksi beras dengan teknologi fortifikasi. Sehingga beras itu memiliki kandungan zat besi, asam folat, vitamin A, B1, B3, B6, B12 dan zinc. Kandungan vitamin ini mampu untuk meningkatkan stamina dan imunitas tubuh sehingga meningkatkan sumberdaya manusia.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi menuturkan, langkah Bulog memberikan bantuan berupa beras Fortivit bagi 12 pondok yang berupa beras Fortivit sangat tepat. Karena Ponpes juga terdampak pandemi Covid-19.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya bermanfaat, tapi menjadi berkah untuk kita semuanya,” ujar Tiwi.

Beras fortivit bukan beras ecek ecek karena memiliki kandungan vitamin. Sebetulnya beras ini ditujukan kepada daerah daerah dalam rangka penanganan stunting yang menjadi permasalahan nasional. Penanganan stunting sudah menjadi program prioritas pemerintah pusat untuk ditangani oleh seluruh pemerintah kabupaten kota di Indonesia.

BERITA REKOMENDASI