Tanggul Laut Cilacap Kritis

CILACAP (KRjogja.com)-  Tanggul penahan gelombang laut sepanjang 300 meter di  Pantai Tegalkamulyan, Cilacap Selatan  yang sempat dibenahi akibat jebol dihantam gelombang pasang kini dalam keadaan kritis. Sejumlah karung plastik yang diisi pasir untuk tanggul darurat diketahui berantakan karena terkikis gelombang laut.

Jika kondisi itu terus dibiarkan maka bila  gelombang pasang atau rob air laut naik kembali akan masuk ke daratan dan menggenangi rumah- rumah penduduk Kelurahan Tegalkamulyan, Cilacap Selatan seperti yang pernah terjadi pada Juli lalu. Demikian dikatakan Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Martono, Selasa (09/08/2016).

[baca juga : Hujan Lebat, Banjir Rendam 2 Kecamatan]

 

Menurut Martono pada peristiwa air laut rob Juli lalu, sempat membuat sumur warga satu RW di kelurahan tersebut menjadi  tidak layak untuk minum, karena keruh dan asin. Karena itu, BPBD Cilacap secara berkala mengedrop bantuan air bersih ke warga setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Air Minum Dainase dan Air Limbah (Pamdal) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Cilacap,  Gontho Pramuhargono mengatakan, pihaknya  pernah mengusulkan penanganannya ke Badan Nasinal Penanggulang Bencana (BNPB).  Agar dilakukan pembangunan tanggul penahan rob/tsunami yang lebih permanen, mulai dari Teluk Penyu sampai PLTU Karangkandri sepanjang 12.000 meter. (Mak)

 

BERITA REKOMENDASI