Tempat ‘Kentut’ Elpiji Disegel Polisi

Editor: Ivan Aditya

CILACAP (KRjogja.com) – Sebuah komplek bangunan yang berlokasi di wilayah RT.01/RW.09 Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Cilacap atau tepatnya di tepi aliran Sungai Serayu dan diapit Jalan Raya Selarang – Adipala disegel polisi. Penyegelan dengan pemasangan police lines pada pintu masuk tersebut dilakukan karena lokasi itu diketahui digunakan untuk praktik pengurangan isi gas (kentut) yang dibawa oleh truk pengangkut elpiji.

"Kemarin banyak polisi yang datang ke sini pas di dalamnya ada mobil tangki elpiji," ujar Sardi (40) warga setempat, Kamis (15/09/2016).

Namun demikian, dia mengaku tidak tahu persis apa yang dilakukan petugas ketika memasuki lokasi eks tempat pencucian pasir besi, karena komplek itu tertutup rapat pagar seng."Tahu-tahu pintu masuk sudah dipasangi seget dengan garis polisi," lanjutnya.

Dijelaskan, selama ini warga sekitar sudah menaruh curiga terhadap aktivitas di komplek itu, karena sering kali didapati sejumlah truk tangki elpiji yang keluar-masuk. Apalagi terkadang sejumlah mobil bak juga kedapatan keluar masuk mengangkut tabung elpiji 12 kg, sedang dari komplek tersebut terkadang tercium bau gas elpiji.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol A Liliek Darmanto yang dihubungi membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan petugas terhadap sebuah tempat yang diduga dijadikan lokasi pencurian elpiji di Cilacap. Kini pihaknya tengah melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

Sedang Communication and Relations Officer PT Pertamina Jawa Bagian Tengah, Muslim Darmawan mengatakan, berdasarkan laporan dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN) yang menangani transportasi bahan bakar minyak dan gas mengungkapkan, telah terjadi penggerebegan terhadap suatu lokasi yang diduga sebagai tempat pencurian gas elpiji. Hal itu terungkap, petugas PPN curiga terhadap truk tangki pengangkut elpiji milik TP SGA yang tidak kunjung datang mengisi ke Depot Elpiji Cilacap.

Menurutnya, dalam kasus pencurian elpiji itu diperkirakan awak truk tangki itu memanfaatkan sisa-sisa elpiji setelah melakukan pembongkaran muatan di suatu Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Kendati elpiji tersebut merupakan sia-sisa pembongkaran, tambahnya, tetap tidak diperbolehkan. Karena sesuai peraturan, hal tersebut tidak boleh dilakukan. Disamping itu, truk tangki pengangkut elpiji maupun BBM tidak diperbolehkan berhenti di sembarang tempat, karena rute sudah ditentukan. (Mak)

BERITA REKOMENDASI