Tenangkan Korban, Ganjar Menginap di Banjarnegara

BANJARNEGARA, KRJOGJA.com – Bencana tanah bergerak yang menghancurkan puluhan rumah di Banjarnegara mendapat perhatian Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Gubernur menginap di desa bencana tersebut untuk menenangkan warga yang mengungsi karena rumahnya tak bisa ditempati lagi. 
 
Ganjar tiba di Dusun Pramen, Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara Senin (15/1) pukul 23.30. Ia menginap di rumah salah satu warga setempat. Pagi harinya, Selasa (16/1) langsung meninjau lokasi tanah bergerak yang membuat belasa rumah rusak bahkan ada yang sampai rata dengan tanah. 
 
Ganjar meninjau bersama Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana serta beberapa pejabat provinsi. Satu persatu rumah yang rusak ditengok. Wilayah yang menjadi pengungsian warga juga dikunjungi. 
 
Menurut Ganjar, Badan Geologi sudah memasang tanda yang memisahkan daerah aman dan bahaya. "Saya minta kepada masyarakat jangan melampaui garis. Soal logistik sudah cukup. Sekarang kita sedang menyiapkan relokasi. Lahan sudah disiapkan dan harus cepat dari sisi administrasi," tutur Gubernur.
 
Untuk percepatan pembangunan perumahan relokasi, Pemprov akan bekerjasama dengan Pemkab Banjarnegara  sebagai penyedia tanah. "Tanahnya nanti diurus dari kabupaten, bangun rumahnya dari saya. Per rumah sekitar Rp 25 juta, kita carikan relawan yang bantu bangun dan arsitek yang bagus sehingga bangunannya tahan gempa," jelasnya. 
 
Bupati Budhi Sarwono mengucapkan terimakasih atas perhatian gubernur. Tidak hanya karena mengunjungi rakyatnya yang terkena bencana, tapi juga bantuan logistik dan pembangunan infrastruktur yang rusak dari dana penanggulangan bencana. 
 
Longsor dan tanah bergerak di Dusun Pramen membuat 14 rumah rusak. Jalan desa sepanjang 400an meter anjlok sehingga mengakibatkan dua dusun, Sikenong dan Suwidak, terisolir. Data di posko Desa Bantar mencatat 115 kepala keluarga dengan total 398 jiwa harus mengungsi.
 
Sarwa Pramana menambahkan, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp 132 juta. " Yang 32 juta untuk pipanisasi dusun terisolir, 100 juta untuk operasional penanganan bencana," katanya. (Bdi)

 

BERITA REKOMENDASI