Tendang Siswa, Pak Guru Divonis 8 Bulan Penjara

Editor: KRjogja/Gus

PURBALINGGA (KRjogja.com) – Purnawan (35), guru SDN 3 Panusupan divonis hukuman delapan bulan penjara dan denda Rp 1 juta, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga, Selasa (13/9). Majelis Hakim menyatakan Purnawan terbukti melakukan penganiayaan terhadap HCD, muridnya sendiri pada Februari lalu.

Vonis hakim yang diketuai Bagus Trenggono dengan anggota Ratna Dhamayanti Wisudha dan Indah Pokta itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ninik Rahma Dwihastuti dan Oki Bogitama yang meminta terdakwa dihukum sepuluh bulan penjara dan denda Rp 1 juta. "Dari keterangan para saksi, terdakwa terbukti melanggar Pasal 80 ayat 1 jo Pasal 76 C UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak seperti yang didakwakan oleh jaksa," tutur Ketua Majelis Hakim, Bagus.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang tua HCD melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan Purnawan terhadap HCD. Kasus bergulir hingga pengadilan.
Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan, pada Sabtu (25/2), HCD dan murid lainnya sedang melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Oleh wali kelasnya, HCD disuruh pindah ke lokasi lain. Tapi Purnawan justru melarang. Purnawan bahkan memarahi dan menendang perut hingga korban mengalami sakit dan memar.

Tidak terima anaknya dianiaya, orang tua korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Rembang. Orang tua korban juga memeriksakan anaknya ke Puskesmas Rembang. Dan menurut keterangan petugas medis, anaknya mengalami memar pada bagian tulang rusuk sebelah kanan.

Sementara itu, pada saat bersamaan, lebih dari 150 warga Desa Panusupan yang berasal dari keluarga korban mendatangi PN Purbalingga untuk menyaksikan sidang tuntutan itu. Mereka meminta agar terdakwa dihukum yang setimpal sesuai dengan perbuatannya, terlebih lagi terdakwa merupakan pendidik yang seharusnya menjadi contoh di masyarakat.

Atas putusan itu, terdakwa masih pikir-pikir. Kuasa hukum terdakwa dari LBH PGRI Provinsi Jateng, Wahyu Widodo menyebutkan, Undang-undang (UU) RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sangat kejam untuk para guru. Terkait putusan hakim, pihaknya masih menunggu sikap terdakwa dalam tujuh hari ke depan untuk menerima atau melakukan banding. (Rus)

Terdakwa Purnawan divonis delapan bulan penjara dan denda Rp 1 juta. (Foto: Toto Rus)

 

BERITA REKOMENDASI