Terobosan PJJ, SMPN 40 Purworejo Bentuk Pokjar

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 mengubah pola pembelajaran dari tatap muka menjadi dalam jaringan (daring). Menyikapi situasi itu, SMPN 40 Purworejo membuat terobosan dengan membentuk kelompok belajar (pokjar).

Kepala SMPN 40 Purworejo Himawan Susrijadi mengatakan, pokjar menjadi bagian dari pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Kami memberlakukan kebijakan belajar daring sejak pandemi berlangsung, namun, memang pengamatan kami ada kendala selama pembelajaran daring itu,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (7/8).

Padahal dalam pembelajaran daring, lanjutnya, inovasi guru, sekolah, dan infrastruktur jaringan internet menjadi tumpuan utama. Seperti di Pituruh, katanya, tidak seluruh wilayah terjangkau sinyal internet.

Selain itu, tutur Himawan, situasi ekonomi masyarakat sedang terpukul akibat pandemi. “Jangankan membelikan android baru untuk sarana belajar anak, bahkan beli paket data pun kadang kesulitan,” tuturnya.

Pembelajaran daring juga memiliki kekurangan karena ada bagian pendidikan karakter yang sulit ditransmisikan kepada anak lewat sarana teknologi. “Guru, digugu dan ditiru, terminologi itu yang membentuk karakter anak, dengan melihat langsung kebiasaan, kesopanan, keteladana, dan wibawa guru dalam mengajar, kemudian diaplikasikan dalam hidup sehari-hari. Pola itu tidak mudah dilakukan dalam pola PJJ,” terangnya.

Menurutnya, sekolah mencoba membuat terobosan untuk memenuhi kebutuhan internet siswa dengan meminta dukungan pemerintah desa. Kegiatan itu secara simbolis dilakukan di Desa Kesawen, Sumampir, dan Ngampel.

Selain menyampaikan surat, Himawan memasang stiker pencegahan Covid-19 di kantor desa. “Kami berkirim surat resmi, meminta dukungan dari pemdes, agar anak-anak kami diberi izin menggunakan internet desa untuk mengakses pembelajaran daring,” katanya.

BERITA REKOMENDASI