Tiga Besar Penyalahgunaan Narkoba di Jateng, Banyumas ‘Zona Merah’

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Kabupaten Banyumas menduduki peringkat ketiga di Jawa Tengah setelah Surakarta, dan Semarang, dalam kasus penyalahgunaan narkoba. 

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas, Agus Untoro, Senin (31/12/2018) menjelaskan dalam kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), pada tahun 2018 ada sebanyak 67 orang, sedang pada tahun 2017 ada 94 orang, 60 orang di antaranya berusia antara 15-20 tahun.

"Dari kelompok usia 15-20 tahun itu, 53 di antarannya merupakan pelajar," kata Agus Untoro. Ia menjelaskan selama tiga tahun dari tahun 2016, pihaknya sudah melakukan rehabilitasi terhadap ratusan penyalahguna narkoba. 

Pada tahun 2016 pihaknya merehabilitasi 16 orang, kemudian tahun 2017 meningkat menjadi 94 orang dan tahun ini sebanyak 67 orang. Rehabilitasi terhadap pengguna narkoba  dilakukan di instansi yang telah bekerjasama dengan kami, baik rawat jalan maupun rawat inap. 

Tempat  rehabilitasi yang sudah bekerjasama dengan BNNK Banyumas yakni di RSUD Ajibarang, RS Wiradadi Husada, Puskesmas 1 Baturraden dan Ponpes Nurul Hikmah Cilongok. Ia menambahkan berdasarkan jumlah kasus narkoba yang ditangani, Banyumas menjadi daerah paling rawan ketiga di Jateng, setelah Surakarta dan Semarang. 

Kasi Rehabilitasi BNKK, Misbakhul Munir, menambahkan  sebagain besar penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi di BNNK tahun 2018 dari 67 orang, 3 merupakan penyalahgunaan metamin,dan selebihya obat psikotropika lainya atau yang biasa dikenal di masyarakat sebagai pil koplo.

Selain melakukan  rehabilitasi, BNNK juga melakukan pascarehabilitasi. Jangka waktu rehab untuk masing-masing penyalahguna narkoba berbeda-beda, tergantung tingkat kecanduannya. "Untuk rawat jalan rata-rata dilakukan sebanyak delapan kali, seminggu sekali," ungkapnya.

Menurutnya pascarehabilitasi, diperlukan agar setelah menjalani rehabilitasi tidak kembali lagi menjadi penyalahguna narkoba. Setelah menjalani rehabilitasi, korban penyalahguna narkoba diharapkan dapat produktif dan kembali beraktifitas seperti biasa.(Dri)

BERITA REKOMENDASI