Tiga Pasar di Cilacap Digelontor Beras Murah

CILACAP, KRJOGJA.com – Masyarakat Cilacap diberi kesempatan untuk menikmati beras murah atau beras yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Kualitas berasnya pun cukup bagus, karena masuk kategori medium dengan mengambil langsung dari petani.

"Harganya hanya Rp 9500 per kilogram atau Rp 47.500 untuk kemasan 5 kilogram,"ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Agus Chusaini, di sela-sela Pembukaan Toko TPID (Tim Pengendali Inlfasi Daerah) pada Pasar Sidodadi, Cilacap, Senin (31/12).

Dijelaskan, penjualan beras murah itu dimaksudkan untuk menekan harga beras di Cilacap yang kini terus naik. Saat ini harga beras di Pasar Sidodadi, Pasar Gede dan Tanjungsari Cilacap, untuk IR64 kualitas premium Rp 11.000 per kilogram (Kg) dan IR64 kualitas medium Rp 10.000 per kg. "Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga musim panen tiba. Karena pada saat panen, harga beras pasti turun,"lanjutnya.

Menurutnya, mengapa kualitas beras yang dijual di Toko TPID kualitasnya lebih bagus dibanding beras OP (Operasi Pasar), karena beras tersebut langsung diambil dari petani melalui gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). "Jadi gapoktan itu yang mengedrop beras tersebut ke toko TPID dan pemerintah yang memfasilitasinya,"katanya. 

Direncanakan, alokasi beras TPI tersebut mencapai 100 ton, dan untuk tahap awal dialokasikan 30 ton. Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan kegiatan TPID itu, maka akan dilakukan evaluasi setiap bulan. "Dulu kita kan hanya mengatur-atur saja, tetapi sekarang ini kita menjadi pelaku pula,"tambahnya.

Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji mengatakan, ada sekitar 30 toko TPID yang dibuka di tiga pasar Kota Cilacap. Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyalahgunaan beras itu, maka TPID Cilacap bekerja sama dengan sejumlah pemilik toko yang ada di tiga pasar tersebut. "Kita berupaya mengendalikan harga beras, karena saya juga heran Cilacap sebagai daerah surplus beras tetapi harga beras mengapa naik,"ujarnya.(Otu)

BERITA REKOMENDASI