Tiga Pecandu Narkoba Melapor ke BNN Purbalingga

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Klinik Pratama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga telah menangani empat pengguna narkotik dan psikotropika. Keempat pengguna itu, yakni RDP, S, K dan H dengan sukarela datang dan melapor sebagai voluntary ke BNNK Purbalingga.

RDP yang pertama melapor pada melapor pada Senin (11/02/2019), disusul K dan H pada Selasa (19/02/2019) dan terakhir S pada Rabu (20/02/2019). “Sekarang mereka menjadi  klien program rehabilitasi medis rawat jalan Klinik Pratama," tutur Kepala BNNK Purbalingga, Istiyantono kepada KRJOGJA.com, Jumat (22/02/2019).

Istantiyono yang didampingi Seksi Humas Awan Pratama menambahkan, keempat pelapor diri secara sukarela (voluntary) tersebut masih dalam usia produktif, yakni tiga diantaranya masih kuliah dan satu sudah bekerja. Usia keempat klien itu dalam rentang 20 hingga 35 tahun.

Salah satu klien, yakni S warga Purwokerto bahkan sudah tiga kali mengikuti program rehabilitasi yakni di Ponpes Suralaya Jawa Barat, RSJ Prof Soerojo Magelang dan Purwokerto. Kendati sudah tiga kali mengikuti program layanan rehabilitasi di tempat yang berbeda ia ternyata masih belum bisa lepas dari ketergantungan narkoba. "Bahkan riwayat penyalahgunaan narkobanya pun bisa dibilang gawat," ujarnya.

Semula ia menggunakan morfin, kemudian beralih menjadi pengguna methampethamine (sabu) lalu menjadi pecandu ganja dan terakhir sebagai pecandu obat-obatan kategori psikotropika. Uniknya faktor lelah karena rutinitas hidup dalam kungkungan ketergantungan narkoba, menjadi salah satu pendorong klien tersebut dengan sukarela mengikuti layanan rehabilitasi medis yang diselenggarakan Klinik Pratama BNN Kabupaten Purbalingga.

"Jejak klien ini yang berani pasang badan, lepas dari adiksi narkoba, patut diapresiasi dan kita dukung sepenuhnya agar benar-benar dapat pulih sehingga kembali menjalani roda hidup secara sehat, mandiri dan produktif," tuturnya. (Rus)

BERITA REKOMENDASI