TPA Jeruk Legi Berpotensi Serap 73.000 Ton Sampah

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – PT Unilever Indonesia Tbk bersama Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) berkomitmen untuk melanjutkan MoU yang telah disepakati, yaitu meningkatkan kapasitas pengumpulan dan pengelolaan sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi. Komitmen ini terungkap dalam diskusi terkait kerja sama untuk fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Rabu (3/3), yang diikuti wartawan berbagai media secara daring.

TPA Jeruk Legi sendiri yang diresmikan 20 Juli 2020 lalu merupakan TPA pertama di Indonesia yang menghasilkan sumber energi terbarukan dengan teknologi RDF, yaitu teknologi yang mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi untuk mengggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Nurdiana Darus (Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk) menjelaskan, perusahaannya miliki komitmen kuat untuk membantu mengatasi permasalahan sampah. Unilever Indonesia turut mengurai permasalahan sampah mulai dari hulu ke hilir rantai bisnis kami melalui berbagai bentuk kolaborasi.

“Sejak November 2020 lalu, kami berkomitmen membantu pemerintah Cilacap untuk meningkatkan kapasitas sampah terolah menjadi RDF di fasilitas RDF Jeruk Legi dari semula sebanyak 120 ton/hari di tahun 2020 menjadi lebih dari 200 ton/hari dalam 5 tahun ke depan,” lanjut Nurdiana.

Ir Lilik Unggul Raharjo MBA, Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk., mengatakan, pihaknya memanfatkan bahan bakar alternatif dari sampah yang dihasilkan dari TPA Jeruk Legi sebagai langkah nyata PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membantu untuk menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan serta menciptakan ekonomi sirkular. (Fie)

BERITA REKOMENDASI