Turun Gunung Slamet Pendaki Wajib Bawa Sampah

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA (KRjogja.com) – Para pendaki Gunung Slamet melalui Pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah akan dikenai denda jika tidak membawa sampah usai pendakian ke pos Bambangan. Pendaki yang melanggar akan dikenai denda 10 kali lipat dari harga tiket pendakian.

"Jika dalam satu rombongan tidak membawa kembali sampah turun, maka akan dikenakan denda 10 kali harga tiket. Denda tersebut digunakan untuk operasional Tim SAR mengambil sampah ke beberapa pos menuju puncak Gunung Slamet," kata Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Prayitno, Kamis 4 Agustus 2016.

Sampah-sampah yang sudah dibawa turun oleh para pendaki kebanyakan berupa botol minuman dan plastik tersebut, dikumpulkan di tempat penampungan sementara, kemudian oleh relawan Tim SAR dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Banjaran, Bojongsari. Menurut Prayitno, sampah selama ini menjadi persolan dalam mengelola wisata pendakian. Tidak sedikit pendaki mengabaikan larangan jangan buang sampah sembarangan di gunung.

Sanksi denda diterapkan, karena peminat wisata khusus pendakian ke Gunung Slamet semakin tinggi, apalagi menjelang peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI. Tahun lalu, ada ribuan pendaki yang merakayan HUT RI di puncak gunung.

"Sejak awal Agustus ini, pendaki terus datang silih berganti. Mereka kebanyakan berasal dari luar kota, seperti Bandung, Jakarta, Tanggerang, dan Bekasi. Hampir jarang dijumpai pendaki lokal dari Purbalingga dan sekitarnya. Nampaknya tengah menjadi tren, selain karena status Gunung Slamet yang normal dan cuaca yang sangat bersahabat," kata Prayitno. (*)

BERITA REKOMENDASI