Usai Longsor Siregol, Komunitas Pecinta Alam Tanam 3300 Pohon

Editor: Agus Sigit

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Tidak kurang dari 3300 batang pohon di Kawasan Hutan Siregol di wilayah Desa Kramat Kecamatan Karangmoncol, Minggu (31/10/2021). Penanaman ribuan batan pohon dilaksanakan lintas komunitas Pecinta Alam Purbalingga, menyusul terjadinya bencana alam longsor yang terjadi di Kawasan Hutan Siregol.

“Kerusakan alam di Kawasan hutan Siregol sudah sampai tahap yang memprihatinkan. “Banjir dan longsor semakin sering terjadi dan skalanya semakin besar,” tutur Taufik Katamso, Ketua Harian Perhimpunan Pegiat Alam (PPA) Gasda, Minggu (31/10/2021).

Kondisi itulah, lanjut Taufik, yang membuat komunitas pecinta alam tergerak untuk melakukan konservasi. Peristiwa longsor pekan lalu harus menjadi pembelajaran bersama. Pihakya berharap aksi ini bisa memantik kepedulian masyarakat luas.

Taufik menambahkan, kawasan Siregol merupakan bagian dari pegunungan Sisik Naga. Wilayah itu merupakan benteng hutan alam terakhir yang ada di wilayah Purbalingga.

Koordinator Aksi Peduli Longsor Siregol Gunanto Eko Saputro menyebutkan, penanaman pohon diikuti oleh sekitar 200 personel dari berbagai komunitas pecinta alam. Persiapkan yang hanya dalam dua hari itu mendapat respon positf kelompok-kelompok pecinta alam.

Komunitas pencinta alam yang terlibat dalam aksi penanaman pohon itu terdiri dari Perhimpunan Pencinta Alam (PPA) Gasda, PPA Chrisda, Paska, Palateksa, Wanasaka, Pamabos, MTMA Purbalingga, PURBALINGGA, Narasi Sigotak, Pemerintah Desa Kramat.

BERITA REKOMENDASI