Usulan Empat Kecamatan Masuk Kota Purwokerto Menguat

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Rencana pemekaran Kabupaten Banyumas menjadi tiga wilayah otonomi yakni Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banyumas Barat memasuki public hearing yang digelar oleh DPRD Banyumas, Selasa (10/03/2020). Ketua DPRD Banyumas Budhi Setiawan saat memimpin public hearing tahap dua, mengundang kepala desa, BPD, lurah dan LPMK, sebagian besar dari wilayah Banyumas bagian timur.

Budhi saat membuka menyampaikan, perhitungan sementara untuk pembagian wilayah yang masuk tiga daerah otonom tidak lagi mengacu saat usulan masih dua daerah otonom, yakni Kota
Purwokerto dan Kabupaten Banyumas. Menurutnya saat usulan dua otonomi yang masuk wilayah Kota Purwokerto adalah empat kecamatan eks Kotatip ditambah sejumlah desa yang berdekatan atau yang menempal wilayah Purwokerto.

Sedang kalau pembagian wilayah untuk tiga daerah otonom yang acuannya tetap pada perhitungan jumlah penduduk dan luas wilayah. Selanjutnuya pembagian wilayah ini akan dimatangkan oleh tim kajian pemekaran dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

“Yang masuk wilayah Kota Purwokerto empat kecamatan di wilayah kota, yakni Kecamatan Purwokerto Timur, Selatan, Utara, Barat ditambah Kecamatan Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng dan Karanglewas. Untuk ibukotanya ada di Kota Purwokerto,” jelas Budhi.

Sedangkan yang masuk wilayah Kabupaten Banyumas, yakni mulai Kecamatan Kembaran, Sokaraja, Kalibagor, Banyumas, Kebasen, Somagede, Kemrajen, Sumpiuh dan Tambak. Untuk ibukotanya ada di Kecamatan Banyumas. Yang masuk wilayah Kabupaten Banyumas Barat, mulai Kecamatan Patikraja, Rawalo, Jatilawang, Wangon, Purwojati, Cilongok, Ajibarang, Pekuncen, Gumelar dan Lumbir.

Sedangkan Untuk calon ibukota kabupaten, ada kemungkinan di Ajibarang, Wangon, Jatilawang atau Cilongok. (Dri)

BERITA REKOMENDASI