Wah, Mahasiswi Belgia Jadi Tukang Batu

BANYUMAS (KRjogja.com) – Delapan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Belgia yang peduli pendidikan  melakukan kunjungan untuk membantu warga Desa Kemutug Lor, Baturraden. Bahkan, ikut kerja sebagai tukang batu membangun gedung TK dan PAUD di Desa Kemutug Lor.

Sovie (21)  salah satu mahasiswi mengaku selain membantu uang secara patungan sebanyak Rp 130 juta di negaranya, juga ikut merasakan bagaimana memplester tembok dan menggergaji bambu. "Saya  sengat senang dengan kehidupan masyarakatar Desa Kemutug Lor," ungkapnya.

Koordinator Yayasan Tileng Indonesia Tekad yang menfasilitasi kedalapan mahasiswa asal Belgia itu menjelaskan kedatangan mereka ke Desa Kemutug Lor, dalam rangka peduli pendidikan dengan membangun gedung Pendidikan  Anak Usia Dini (Paud) dan Taman Kanak Kanan (TK) Pangestu, dan  sekaligus merekan ingin melihat wisata di Baturraden. "Mereka adalah relawan pendidikan yang ingin membantu warga Desa Kemutug Lor, sekaligus berwisata, dan serta ingin melihat dari dekat kehidupan  masyarakat  Indonesia," kata Tekad.

Menurutnya kehadiran mereka selain membantu dalam bidang pendidikan juga ingin menikmati sejumlah wisata di Baturraden, serta kehidupan warganya.  Mereka sangat tertarik, karena obyek wisata alam  di Baturraden seperti pegunungan, sungai, air terjun, serta persawahan di negeranya tidak ada. (Dri)

BERITA REKOMENDASI