Wajah Puan Maharani Dicoret-coret, Pemilik Akun TikTok Minta Maaf

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Sebuah video tiktok sempat viral dan memantik kemarahan kader dan pengurus PDIP Purbalingga. Dalam video itu wajah Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sebuah baliho yang terpampang di ruas jalan Purbalingga diedit dengan menambahi kumis dan janggut dengan menggunakan fitur filter yang ada dalam aplikasi. Selain Puan, gambar Ketua DPC PDIP Purbalingga Bambang Irawan diedit dengan ditambahi kumis dan brewok tebal.

“Dalam video itu wajah Puan Maharani dipasang kumis dan brewok, ditambah backsound bernada sindiran. Itu jelas pelecehan,” tutur Ketua DPC PDIP Purbalingga Bambang Irawan, Senin sore (02/08/2021).

Setelah ditelusuri, pemilik akun tiktok @renriinnn yang menggunggah video tersebut bernama Novaldo Rendyansah (22) warga Jalan Komisaris Notosumarsono Purbalingga. Bambang bergegas menemui Novaldo di rumahnya, Senin siang.

“Saya datangi rumahnya. Saya temui secara baik-baik. Saya menanyakan apa latar belakang pembuatan video tersebut. Bagaimanapun ini tidak dibenarkan karena merupakan sebuah penghinaan,” ujarnya.

Bambang Irawan menambahkan, Novaldo yang didampingi ibunya menyebut ide membuat video tik-tok tersebut hanya merupakan perbuatan iseng. Novaldo juga sudah mintaan maaf.

“Dan saya tegaskan kepada yang bersangkutan perbuatannya sangat tidak baik dan bisa berdampak secara hukum,” ujar Bambang Irawan.

Karena Rendi dan orang tuanya sudah mengaku bersalah dan berjanji tidak akan mengulanginya, Bambang Irawan menyampaikan pihaknya juga bisa memahami dan memberikan maaf.

“Kami juga memberikan edukasi kepada yang bersangkutan terkait penggunaan media sosial. Jangan sampai perbuatan tersebut diulangi lagi. Dia juga telah membuat video permintaan maaf yang juga disampaikan melalui media sosial,” lanjutnya.

Bambang Irawan menambahkan sebagai petugas dan kader partai pihaknya tegak lurus dengan perintah dan kehormatan partai. Namun di sisi lain sebagai bagian dari masyarakat Purbalingga, sehingga dia juga memberikan maaf kepada yang bersangkutan.

Peristiwa ini pun telah di laporkan kepada Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, dan diminta untuk melakukan penyelesaian secara bijak dan menenangkan kader PDIP.

“Bagaimanapun mereka anak dan warga kami. Jika memang ada kesalahan harus dibina agar tidak mengulanginya. Pesan saya berhati-hatilah bermedia sosial, jangan sampai dijadikan ajang penghinaan kepada orang lain. Ini pelajaran bagi kita semua,” ujarnya. (Rus)

BERITA REKOMENDASI