Warga Tlogobulu Berharap Stigma Covid-19 Sirna Pasca Isolasi

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Masyarakat Desa Tlogobulu Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo berharap stigma miring akibat munculnya klaster ziarah, sirna setelah warga menyelesaikan masa isolasi 14 hari. Seluruh warga yang terpapar Covid-19 dinyatakan telah sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa, meski tetap wajib mengedepankan protokol kesehatan.

Munculnya klaster Covid-19 di desa itu mengakibatkan kerugian ekonomi bagi hampir seluruh warga desa. Klaster itu menyebabkan 53 warga terinfeksi dan satu diantaranya meninggal dunia. Desa diisolasi selama 14 hari sejak 26 April 2021, dan berakhir pada Senin 10 Mei. “Terutama mereka yang punya usaha dan usahanya berhubungan dengan masyarakat luar desa,” kata Kepala Desa Tlogobulu Faisal Hidayat, kepada KRJOGJA.com, Senin (10/5).

Masyarakat desa sekitar, kata Faisal, banyak membatasi diri apabila berhubungan dengan warga Tlogobulu. Hal itu, lanjutnya, adalah wajar mengingat siapapun memiliki kewajiban untuk mencegah penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Namun berdasar pengalaman beberapa warga, katanya, ada yang terkesan menganggap seluruh warga Tlogobulu rentan menularkan virus. “Padahal semua yang terinfeksi dan orang yang tinggal serumah, melakukan isolasi mandiri. Mereka tidak diperkenankan berhubungan secara bebas dengan lingkungannya,” tuturnya.

Pengalaman itu, katanya, antara lain dialami warga Tlogobulu yang berprofesi sebagai pedagang. “Ada yang dagangannya tidak laku karena para konsumen yang tahu kabar Tlogobulu diisolasi, memilih menghindar lantaran takut tertular,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI