Waspada! Sandar di Cilacap, 13 ABK dari Panama Positif Covid-19

Editor: KRjogja/Gus

CILACAP, KRJOGJA.com – Sebanyak 13 orang dari 20 orang anak buah kapal (ABK) pengakut gula rafinasi ke Cilacap, berbendera Panama dinyatakan positif Covid-19. Diduga Covid-19 itu merupakan Covid-19 impor varian baru yang berkembang di India.

Dugaan itu dikuatkan, dengan diketahuinya, kapal itu sempat singgah di Kandla, di negara bagian Gujarat, yang merupakan pelabuhan tersibuk di India. Ketiga belas ABK, yang seluruhnya warga negara Philipina itu kini dirawat di RSUD Cilacap, dan menjalani isolasi terpisah dengan pasien Covid-19 lokal. Sedang ABK sisanya yang diketahui negatif tetap berada di kapal yang kini Lego jangkar di perairan lepas pantai Teluk Penyu Cilacap.

“Berdasarkan laporan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas IIA Cilacap dan RSUD Cilacap tentang penanganan kasus konfirmasi COVID-19 pada Anak Buah Kapal (ABK) sebuah kapal asing, kami sampaikan kronologinya,” ujar Sekretaris Daerah yang juga Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Cilacap, Farid Ma’ruf, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Cilacap dr Pramesti Griana Dewi, Jumat (07/05/2021).

Pada 14 April 2021, kapal bermuatan gula rafinasi bertolak dari India, dan tiba di Cilacap, pada 25 April 2021 pukul 16.00 WIB. Kemudian dilakukan pemeriksaan kekarantinaan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Cilacap. Hasilnya, secara umum ABK tampak sehat. Namun dari hasil Rapid Antigen terhadap 20 orang ABK menunjukan 3 orang positif. Sehingga seluruh ABK di tes PCR, dan specimennya diambil untuk dilakukan pemeriksaan PCR di RS Pertamina Cilacap (RSPC).

“Pada 26 April 2021 pukul 17.14 WIB, diterima hasil pemeriksaan PCRnya dan menunjukkan terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 13 orang dan 7 ABK lainnya dinyatakan negatif,” lanjutnya. Kemudian, 28 April 2021, Boarding Officers KKP Kelas IIA Cilacap melakukan pengambilan sampel genome terhadap 3 ABK terkonfirmasi positif tersebut, dan selanjutnya dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI untuk diketahui varian Covid-19 impor tersebut. “Tanggal 30 April – 4 Mei 2021 dilakukan evakuasi terhadap 13 ABK yang positif Covid-19 tersebut dikirim ke RSUD Cilacap. Pemeriksaan specimen PCR secara bertahap didapatkan 13 terkonfirmasi positif dan dilakukan isolasi serta perawatan di RSUD Cilacap,” katanya.

Menurutnya, pada 01 – 04 Mei 2021, kapal penakut gula rafinasi itu sempat melakukan kegiatan bongkar muatan di Dermaga IV Tanjung Intan Cilacap, dengan pengawasan petugas KKP Kelas IIA Cilacap. “Pada 4 Mei 2021 dilakukan pengawasan kapal dalam karantina di Dermaga Umum IV Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap shift 1, pukul 11.30 WIB dengan hasil aman terkendali dan sudah tidak ada kegiatan bongkar muat,” tambahnya.

BERITA REKOMENDASI