Boyolali Waspada Tambahan Kasus Covid-19 Perjalanan dari Kudus

Editor: Ary B Prass

BOYOLALI, KRJogja.com – Seperti halnya daerah lain, Kabupaten Boyolali masih berjuang untuk melawan Coronavirus Disease (Covid-19). Tercatat terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Susu sebanyak 165 pada Senin (14/6/2021).
“Merupakan akumulasi dari berbagai kasus positif yang berada di sekitar wilayah Kabupaten Boyolali dari berbagai kecamatan,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina saat ditemui di ruang kerjanya.
Penambahan kasus tersebut paling banyak terjadi di Kecamatan Boyolali, Ngemplak dan Nogosari. Terlebih kini Kabupaten Boyolali sudah mulai muncul klsater baru berkaitan dengan perjalanan dari maupun kunjungan dari Kabupaten Kudus.  “Beberapa klaster baru dengan pasien positif ada kaitannya dengan perjalanan dari Kudus atau mendapatkan kunjungan dari wilayah Kudus. Sudah ada tiga klaster baru di Boyolali yang ada kaitannya dengan penularan dari Kudus,” ujar Lina.
Ketiga klaster tersebut berasal dari Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali yang salah seorang warga melakukan perjalanan ke Kabupaten Kudus, kemudiaan di Desa Bendungan, Kecamatan Simo yang salah seorang warga baru pulang bekerja dari Kabupaten Kudus. Adapula di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo yang mendapatkan kunjungan kerabat dari Kabupaten Kudus.
Selain dari ketiga klaster tersebut, klaster perkantoran juga cukup menyita perhatian. Salah satunya yang terjadi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali yang salah seorang karyawan terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga untuk mengantisipasi penyebaran virus, area perkantoran tersebut disterilkan dengan cara penyemprotan disinfektan selama dua hari berturut turut, Senin-Selasa (14-15/6/2021). “Sehingga harus dilakukan sterilisasi selama dua hari untuk treking dan juga untuk kegiatan pembersihan,” katanya.
Sebagai tambahan informasi, hingga Selasa (15/6/2021) terdapat 8.553 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali. Dari total kasus tersebut, pasien yang masih dirawat ada 133, yang melaksanakan isolasi mandiri 392, sudah selesai isolasi 7.666 dan meninggal dunia sebanyak 362 orang.
Dengan data tersebut, kondisi di Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 89,6 persen, sedangkan persentase kematian ada 4,2 persen. Berdasarkan indikator yang digunakan dalam penilaian Covid-19 atas status risiko wilayah, Kabupaten Boyolali memiliki nilai 2,07 yang berarti berada di zona risiko sedang atau zona oranye. (M-2/Sit)

BERITA REKOMENDASI