Buntut Lonjakan Korona Bupati Larang Keras Hajatan, Ijab Kabul Harus di KUA

Editor: Ary B Prass

WONOGIRI, KRJogja.com– Menyusul naiknya angka korona, Bupati Wonogiri Joko Sutopo selaku Ketua Satgas Covid 19 menyatakan saatnya bertindak tegas. Salah satunya, resepsi hajatan di Wonogiri dilarang kecuali hanya pelaksanaan ijab kabul saja.

“Itupun tidak boleh digelar di rumah, harus di Balai Nikah KUA,” ungkap Bupati Wonogiri kepada wartawan di Ruang Girimanik Setda Wonogiri usai mengumpulkan para camat, Selasa (15/6/2021).
Dikatakan, Satgas Covid 19 Kabupaten melakuka  rakor dengan 25 camat guna memerlukan masukan para camat untuk menyikapi kasus Covid 19 dewasa ini. Menurut Joko, rakor penanggulangan Covid dilihat dari berbagai segi, baik budaya, kesehatan, sosial maupun pariwisata. “Langkah atau tindakan tegas mulai berlaku besuk dengan penerbitan surat edaran (SE) sebagai tindak lanjut hasil pertemuan tadi,” papar bupati didampingi Kepala Satpol-PP Wonogiri Waluyo Ssos MM.
Sebagai bukti keseriusan pemkab atau Satgas Covid 19 Kabupaten, warga yang nekad menggelar resepsi secara besar-besaran terlebih tidak menerapkan protokol kesehatan ketat akan dibubarkan. “Maka rekomendasi rakor dengan para camat tadi mereka (para camat) akan melakukan sosialisasi kepada para kepala desa hingga ketua RT/RW,” kata Joko.
Selain melarang keras resepsi hajatan,  untuk selanjutnya semua objek wisata juga harus ditutup. Karena kenyataannya dewasa ini kasus positif Covid-19 naik munculnya dari klaster hajatan dan tempat rekreasi. Pihaknya khawatir, daerah Wonogiri yang kini zona oranye kedatangan wisatawan yang datang dari luar daerah apalagi daerah itu masuk zona merah. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI