1.466 PKM PKH di Temanggung Mundur

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRJOGJA.COM) – Dinas Sosial Kabupaten Temanggung mencoret 1.466 keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Temanggung pada Januari-Maret 2021. Pencoretan karena mereka masuk dalam graduasi mandiri maupun alami.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Prasojo mengatakan di Temanggung terdapat 38.582 KPM PKH dan sebanyak 1.466 PKM hingga akhir Maret 2021 telah dicoret. ” 1466 PKM mundur secara mandiri dan alamiah,” kata Prasojo, Kamis (15/04/2021).

Dia menerangkan KPM PKH graduasi mandiri adalah KPM yang berakhir kepesertaannya karena kondisi sosial ekonomi yang sudah meningkat. Sementara graduasi alamiah adalah berakhirnya kepesertaan dikarenakan kondisi KPM PKH sudah tidak terpenuhinya kriteria kepesertaan seperti tidak memiliki pengurus kepesertaan atau tidak memiliki salah satu komponen kepesertaan.

Komponen kepesertaan PKH, dikatakan Prasojo, antara lain kriteria kesehatan meliputi ibu hamil, maksimal dua kali kehamilan. Anak usia 0 sampai dengan 6 tahun, maksimal dua anak. Kriteria pendidikan ada anak sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI) atau sederajat dan kriteria kesejahteraan sosial.

Dia mengatakan KPM PKH selain mendapatkan bantuan sosial juga diberikan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia keluarga pada bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, kesejahteraan sosial, dan ekonomi. Di samping itu, diberikan juga program komplemen pemberdayaan.

Dia menyebutkan di Kabupaten Temanggung ada 112 pendamping, terdiri atas 106 pendamping PKH, 2 koordinastor kabupaten, dan 4 administrator pangkalan data.

“Kalau tahun lalu dengan adanya pandemi hanya sekitar 2.000an PKM graduasi. Kalau sekarang baru sampai Maret yang graduasi sudah cukup banyak, padahal masih ada 9 bulan lagi. Mudah-mudahan target 10 persen graduasi bisa terlampaui tahun ini,” ujar Prasojo. (Osy)

BERITA REKOMENDASI