1.500 Hektar Lahan Pertanian Andalkan Bendung Tradisional

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sekitar 1.500 hektar lahan persawah di wilayah Kecamatan Pituruh dan Kemiri Kabupaten Purworejo, selama ini hanya mengandalkan bendung tradisional dari Bendung Ngawir di Desa Kalikotes Kecamatan Pituruh. Bendung yang dibangun secara swadaya itu hanya menggunakan bambu dan tumpukan karung yang berisi tanah dan batu.

“Kawasan ini merupakan wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo Suranto SSos MT, Kamis (18/6).

Disela-sela mendampingi Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM meninjau sejumlah infrastruktur di wilayah Kecamatan Pituruh Suranto mengatakan, jembatan dan peningkatam jalan di jalan inspeksi BBWS bisa diusulkan oleh beberapa desa. Untuk jalan inspeksi bisa diusulkan dan akan dibuat menjadi jalan poros desa, namun aset tetap milik BBWS.

“Terkait Bendungan Ngawir, sementara bisa dilakukan perbaikan secara swadaya menggunakan alat bego dari BPBD. Karena air kondisi kecil stabil nanti kita coba bendung dahulu,” jelas Suranto.

Pada kesempatan itu Bupati Agus Bastian mengajak kepala desa dan seluruh warga Kecamatan Pituruh untuk bersama-sama bersatu padu memajukan pertanian.

“Kita akan ke BBWS agar aliran air dari saluran Bendung Wadas Lintang juga tidak terlalu lama mati. Jangan tiga bulan tetapi paling tidak sebulan sekali, karena banyak pula areal pertanian kita tergantung dari saluran Wadas Lintang,” katanya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI