1 Februari, Waduk Wedaslintang Aliri Sawah Petani

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Kuatnya tuntutan petani di wilayah Daerah Irigasi (DI) Wadaslintang Barat agar air Waduk Wadaslintang segera dialirkan ke saluran irigas, akhirnya dipenuhi oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Progo Bogowonto Luk Ulo (Progolo). Berdasarkan Rakor Alokasi Air Waduk Wadaslintang pada Selasa (28/01/2020) di Kantor BPSDA Progolo Kutoarjo  Purworejo, diputuskan air waduk akan mulai dialirkan pada 1 Februari 2020. Namun pengaliran air dibatasi hanya selama 90 hari saja hingga akhir April 2020 mengingat hingga hari ini volume air waduk belum mencapai  batas minimal efektif yaitu 164 juta meter kubik.  

"Batas minimal efektifnya 173,2 juta meter kubik. Direncanakan, pada akhir April 2020  pengaliran air akan dihentikan lagi," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum  dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Haryono Wahyudi MT di ruang kerjanya Rabu (29/01/2020).

Diungkapkan Haryono bahwa pada Rakor yang juga dihadiri instansi terkait Pemkab Kebumen dan Purworejo, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta, perwakilan petani pemakai air dan para camat di wilayah DI Wadaslintang Barat tersebut terungkap sejumlah alasan tentang belum dialirkannya air Waduk Wadaslintang hingga akhir Januari 2020. "Padahal kita tahu bahwa jadwal MT (musim tanam) I 2019/2020 dimulai  pada Oktober 2019 lalu atau sudah terlewatkan hampir 4 bulan lamanya,"  ujar Haryono.

Adapun pemaparan BPSDA Progolo menyebutkan bahwa stok air waduk yang  hingga akhir Januari 2020 belum mencapai batas minimal efektifnya,  akibat curah hujan yang belum stabil.  "Keputusan rakor tentang dimulainya pengaliran air waduk mulai 1 Februari  2020 adalah demi menyelamatkan MT I 2019/2020 yang sudah sangat mundur,"  ujar Haryono.

Kendati air waduk akan dialirkan, namun dalam rakor tersebut petani  diingatkan agar bersedia melakukan penanaman serentak pada 1 Februari 2020 untuk memanfaatkan sebaik-baiknya momentum ketersediaan air di  saluran irigasi.(Dwi)    

BERITA REKOMENDASI