1032 Pelamar Berebut 37 Formasi CPNS di Temanggung

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Sebanyak 1032 pelamar memperebutkan 37 formasi CPNS di Kabupaten Temanggung tahun 2019. Panitia kini tengah menyeleksi persyaratan administrasi sebelum diumumkan untuk mengikuti tes tertulis. 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Temanggung Teguh Suryanto mengatakan 1032 pelamar masuk melalu pendaftaran online. Mereka berebut 37 formasi yang disediakan. " Panitia sedang menyeleksi kelengkapan persyaratan administrasi," kata Teguh, Rabu (4/12/2019). 

Dikatakan CPNS yang dibutuhkan semuanya di tenaga teknis. Pendaftar terbanyak di Analis Pasar yang mencapai 240 pelamar, diikuti verivikator keuangan (162), analis sistem informasi (158) Auditor (80), analis gizi (54), analis peraturan undang-undangan (51) dan pengelola program (49). Sedangkan yang tersedikit pengendali lingkungan (16) pelamar.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Temanggung, Sri Haryanto mengatakan pada 2019 Pemkab Temanggung mendapat formasi 37 CPNS. Permintaan tembahan yang diajukan tidak disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dia mengatakan secara pasti usulan formasi CPNS untuk Temanggung sudah melalui E-formasi, kemungkinan saat verifikasi akhir ini mengalami kendala atau permasalahan di sistemnya, sehingga yang masuk dalam sistem hanya 37 formasi saja. Padahal usulan mencapai ratusan.

"Pengalaman ini maka untuk tahun 2020 atau tahun-tahun mendatang akan lebih dicermati lagi," katanya.

Kepala Bidang Admintrasi Pegawai Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Temanggung, Tulus Mardiono mengakui adanya permasalahan data Kemenpen RB sehingga untuk pemerintah Kabupaten Temanggung hanya disetujui 37 formasi saja.

Dia menyampaikan di tahun 2019 ini Kabupaten Temanggung mengajukan sejumlah 426 formasi CPNS ke Kemenpan RB, namun dari surat edaran Kemenpan RB nomor 577 tahun 2019, formasi penerimaan CPNS untuk Kabupaten Temanggung hanya 37 saja.

Pihaknya sempat kaget, karena antara jumlah yang diusulkan dan yang muncul di surat itu jumlahnya turun banyak sekali. Setelah ditelusuri dan dikonvirmasi kemudian diketahui penyebabnya.

"Ternyata karena data usulan sebanyak 426 formasi di kementrian hanya terbaca 37 formasi, sementara 389 formasi lainnya tidak terbaca," katanya.(Osy)

BERITA REKOMENDASI