11 Pasangan Selingkuh Tertangkap Kelon di Hotel

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Sebanyak 11 pasangan selingkuh diamankan Satpol PP Kabupaten Temanggung dari sejumlah hotel dalam  suatu operasi ketertiban umum. Mereka selanjutnya dibina dan baru dilepas setelah dijemput keluarganya.

Kepala Bidang Penindakkan Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung Cukup Sudariyanto MSi mengatakan operasi untuk menjawab keresahan masyarakat adanya praktek asusila di sejumlah hotel di Kota Temanggung.

Baca juga :

Jadi Gaya Hidup, Permintaan Kopi Olahan di Temanggung Meningkat
Soal Korupsi BKK Pringsurat, Kejari Temanggung Ajukan Kasasi

"Kami menindaklanjuti dengan operasi dan razia, di hotel yang dilaporkan. Kami mendapatkan 11 pasang, yang mereka bukan suami istri sah," kata Cukup, Selasa (24/09/2019).

Dikatakan mereka yang tertangkap itu umumnya sedang berada di dalam kamar, sebagian usai melakukan hubungan badan, sedangkan yang lainnya baru atau akan melakukannya. Dari mereka ada yang terkejut karena ketahuan Satpol PP lalu berusaha bersembunyi atau melarikan diri. "Ada yang sembunyi di kamar mandi atau di almari. Namun berhasil kami temukan," katanya.

Ia mengatakan petugas menemukan alat kontrasepsi dan obat kuat dalam operasi. Barang tersebut semula tidak diakui, tetapi akhirnya mereka mengakuinya. Termasuk mereka mengakui bahwa yang bersamanya adalah pasangan resmi, tetapi setelah diperiksa kartu tanda penduduk, tidak dalam satu alamat. "Mereka akhirnya mengakui sebagai pasangan selingkuh, ada yang rekan bisnis atau teman satu pekerjaan," katanya.

Dikatakan, rentang usia mereka yang ditangkap dari usia 20-an hingga 65 tahun, dengan pekerjaan sebagai swasta sampai pensiunan. Hanya saja tidak ada yang ASN atau pegawai negeri dan perangkat desa.

Dikatakan pasangan selingkuh itu digelandang ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan, yang setelah itu diperbolehkan pulang dengan syarat dijemput oleh anggota keluarganya.

Dia meminta pada pengelola hotel untuk tidak menerima tamu yang bukan pasangan suami istri, dan menghindari terjadinya praktik prostitusi, peredaran obat terlarang dan narkoba. "Kami akan terus melakukan operasi ketertiban di sejumlah hotel, jangan ada praktek asusila," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI