1300 Kupat ‘Dirayah’ di Dawung

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sekitar 1.300 ketupat, yang tersusun rapi dalam sebuah gunungan, menjadi sasaran penggerebegan masyarakat yang menggelar kegiatan Gerebeg Kupat di Dawung Desa Banjarnegoro Kecamatan Mertoyudan Magelang, Minggu (2/7/2017) sore.

Ketupat dalam gunungan pun bukannya yang diisi dengan beras untuk dimasak, tetapi ada yang berisi lembaran uang kertas pecahan Rp 2.000, Rp 5.000 maupun lainnya. Bahkan ada juga yang berisi secarik kertas bertuliskan "Anda mendapatkan parfum" atau "Anda mendapatkan kemeja".

Gunungan KUpat tersebut sebelumnya diletakkan di Masjid Darussalam Dawung, sekitar 500 meter dari lokasi gerebeg. Lewat suatu prosesi, gunungan tersebut dikirab menuju lokasi gerebeg dengan dipanggul beberapa warga yang mengenakan busana khusus.

Dengan iringan alunan musik tradisional, yang ditabuh beberapa warga, gunungan tinggi sekitar 2 meter lebih tersebut memasuki lokasi gerebeg. Setelah dilakukan suatu ritual dan doa, gunungan yang terdiri dari sekitar 1.300 ketupat tersebut langsung digerebeg.

Gepeng Nugroho, salah satu warga, kepada KRJogja.com usai acara Gerebeg Kupat, diantaranya mengatakan kegiatan ini mengandung suatu ajakan dan ajaran kepada masyarakat untuk bersama-sama mau kupat atau ngaku lepat (mengakui kesalahannya).

Setelah masing-masing mengakui kesalahannya, masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menggerebeg atau mengeroyok kesalahan tersebut dengan saling memaafkan, sehingga antara satu warga dengan warga lainnya dapat termaafkan masing-masing kesalahannya.

Dengan langkah yang demikian ini diharapkan akan lebih dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan ampunan dan berkah dari Allah, serta memudahkan maupun melancarkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas di hari-hari berikutnya. Saling guyup rukun dalam mengarungi hidup dan kehidupan berikutnya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI