14 Penyandang Disabilitas Terima Kursi Roda

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sebanyak 14 penyandang disabilitas di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang memperoleh pelayanan kursi roda (seating clinic), Senin (26/2/2018). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang bersama Perkumpulan Organisasi Harapan Nusantara (OHANA) Yogyakarta.

Kepala Dinsos Kota Magelang, Hardi Siswantono mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Dinsos dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya bagi penyandang disabilitas, merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota Magelang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang senantiasa terus diupayakan,” kata Hardi.

Guna memberikan pelayanan bagi penyandang disabilitas, lanjut Hardi, pihaknya melibatkan organisasi disabilitas di Kota Magelang. “Untuk memudahkan dalam menjangkau dan memperoleh pelayanan yang berkualitas bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.

Penyuluh Sosial Pertama Dinsos Kota Magelang, Ambar Dwi Pratiknyo mengatakan pelayanan ini merupakan upaya Dinas Sosial dalam mengakses sistem sumber yang dapat membantu para penyandang disabilitas agar lebih berdaya, mandiri dan mampu melaksanakan fungsi sosial di masyarakat.

“Sebagai salah satu wujud pelayanan kepada masyarakat, terutama penyandang disabilitas. Meskipun mereka dalam keterbatasan, namun mereka tetap berhak mendapatkan pelayanan yang sama seperti masyarakat pada umumnya,” kata Ambar.

Kegiatan ini dipandu Instruktur Seating Clinic dari Amerika Serikat, Inggris dan Hongkong. Kursi roda yang diterima disabilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai alat mobilitas, namun bisa digunakan sebagai alat terapi bagi penggunanya.

”Setiap kursi roda yang dipergunakan akan disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing penyandang disabilitas. Dapat untuk mendukung pertumbuhan fisik dari penyandang disabilitas,” jelasnya.

Direktur OHANA Risnawati Utami mengatakan perkumpulan yang dipimpinnya itu merupakan lembaga sosial masyarakat yang bergerak dalam hal pemberdayaan dan advokasi hak-hak penyandang disabilitas yang konsen terhadap hak-hak disabilitas. Berdasarkan pemikiran tersebut, OHANA sedang melaksanakan program advokasi sistem layanan kursi roda yang adaptif, bekerjasama dengan Global Mobility dan Kedutaan Besar Australia serta melibatkan komunitas penyandang disabilitas.

Menurut Risna, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, dijelaskan pada Bab III Hak Penyandang Disabilitas adalah kesehatan, habilitas dan rehabilitasi, kehidupan mandiri dan terlibat dalam masyarakat. “Program layanan kursi roda yang berkualitas (seating clinic) juga merupakan upaya untuk menerapkan Pasal 20 Perjanjian International tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas (UNCPRD) yang mengatur tentang berkegiatan secara mandiri serta mekanisme pengembangan alat bantu (Personal Mobility)," katanya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI