154 Warga Terdampak Bendung Guntur Gugat ke PN

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Setelah gugatan seorang warga terdampak proyek nasional Bendung Guntur di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo dikabulkan atas ganti rugi lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, kini 154 warga dari tiga desa di Kecamatan Bener dan Gebang Purworejo menyusul mengajukan gugatan ke PN. Mereka menghendaki uang ganti rugi secara wajar sesuai harga pasaran.

“Kemarin yang mengajukan gugatan ke PN baru satu orang atas nama Maksum (62) warga Guntur. Itu tidak secara otomatis mewakili warga lainnya. Maka warga lain juga menempuh jalan yang sama untuk mencari keadilan,” kata perwakilan warga Muhammad Abdullah, Jumat (6/3).

Bahkan dari hasil gugaan itu pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Purworejo dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak tidak bisa langung menerima, tapi justru mengajukan kasasi. “Ini yang dikawatirkan warga, sehingga mereka langung mengajukan gugatan,” katanya usai mendaftarkan gugatan di PN Purworejo.

Dijelaskan, selain lahan milik Maksum, warga terdampak lainnya sebanyak 154 warga pemilik 177 bidang tanah, terdiri warga Desa Guntur dan Laris di Kecamatan Bener, serta warga Desa Kemiri di Kecamatan Gebang. “Mereka sepakat mengajukan gugatan ke pengadilan, untuk mencari keadilan. Paling tidak lahan mereka mendapat ganti rugi yang layak, sesuai harga pasaran,” kata Muhammad Abdullah didampingi wakil warga lainnya Rohman, dan warga terdampak lainnya yang ikut hadir di PN Purworejo.

Warga lanjut Muhammad Abdullah, sebenarnya sangat mendukung akan adanya proyek nasional Bendung Guntur di Kecamatan Bener ini. Hanya saja mereka menuntut ganti rugi lahan mereka yang terdampak, secara layak. “Paling tidak sesuai harga pasaran, sehingga mereka tidak dirugikan,” tegasnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI