187 Caleg Perempuan Ikuti Pembekalan

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 187 calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Purworejo mengikuti pembekalan Peran Perempuan dan Pembangunan Bidang Politik di Gedung Siola Dargo, Selasa (23/10). Mereka mendapat materi bagaimana mempersiapkan diri menghadapi kontestasi pemilu tahun 2019.

 

Pelatihan diselenggarakan Dinas Sosial Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSOSDUKKB PPPA) Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Purworejo. Pakar komunikasi Global Motivation dan Lembaga Legepe Semarang menjadi narasumber pembekalan itu.

"Kami tidak melihat latar belakang politik, seluruh caleg perempuan dari 13 partai politik dan enam daerah pemilihan (dapil) diundang hadir," tutur Kepala DINSOSDUKKB PPPA Purworejo dr Kuswantoro MKes, kepada KRJOGJA.com, disela kegiatan. Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan untuk pengetahuan dan pemahaman peserta terkait kesiapan diri menjadi caleg. Setelah jadi, mereka juga harus mampu menyuarakan kepentingan dan membela hak-hak perempuan, serta menyelesaikan permasalahan masyarakat.

Selain itu, katanya, caleg diajari cara menyuarakan program kerja kepada calon konstituen. "Berkompetisi tentu harapannya bisa terpilih, sehingga mereka harus punya kemampuan menyampaikan program agar dipilih masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH mengemukakan, keberadaan caleg perempuan tidak lepas dari UUD 1945 yang mengamanahkan tidak adanya diskriminasi laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki peran dan kesempatan yang sama dalam mengaktualisasi diri, termasuk di bidang politik. "Termasuk hak untuk berpatisipasi dalam penyelenggaraan negara yang sudah terakomodasi dalam konstitusi," ucapnya.

Namun kesempatan menjadi penyelenggara negara itu belum dimanfaatkan secara optimal karena terkendala kondisi psikologi, kultural dan situasi politik. Caleg di tingkat provinsi atau kabupaten, katanya, butuh modal yang cukup baik kapasitas intelektual, modal sosial ekonomi dan dukungan politik dari rakyat calon konstituennya.

"Modal itu yang kadang sulit dipenuhi caleg perempuan," ujarnya.

Yuli berharap keterwakilan perempuan dalam lembaga DPRD kabupaten dapat memenuhi kuota 30 persen. Sebanyak sembilan perempuan menjadi anggota DPRD Purworejo periode 2014 – 2019. "Harapan kami untuk pemilu 2019, jumlah perempuan yang terpilih lebih banyak lagi," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI