2.145 Nakes di Magelang Sudah Jalani Vaksinasi, 139 Orang Tertunda

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sebanyak 2.145 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) di Kabupaten Magelang, sudah tervaksinasi Sinovac tahap pertama. Untuk saat ini (Sabtu, 6 Februari 2021), tengah berlangsung pemberian vaksin untuk SDMK yang tertunda. Vaksinasi dipusatkan di dua lokasi. Pertama di RSUD Muntilan dan Puskesmas Borobudur.

“Untuk di RSUD Muntilan, ada 114 sasaran. Sedang di Puskesmas Borobudur, ada 25 sasaran. Mereka belum tervaksin karena beberapa sebab,” kata Dwi Susetyo, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan, yang juga anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Kabupaten Magelang itu, Sabtu (06/02/2021).

Sebelumnya disampaikan Dwi Susetyo, jika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan emergency use authorization (rekomendasi) vaksin sinovac layak untuk diberikan kepada masyarakat guna memberikan kekebalan terhadap Virus Corona. “Tidak ada yang perlu diragukan lagi terhadap vaksin ini. Pak Persiden dan Pak Bupati serta sejumlah tokoh masyarakat, sudah mendahului di vaksin. Jadi aman,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, jika beberapa sasaran SDMK yang tertunda itu, dikarenakan sejumlah faktor. Diantaranya karena hipertensi 44,30 persen, kolesterol 10,54 persen, kadar gula darah 8,86 persen, deman 5,48 persen, hipertiroid 3,79 persen dan gangguan pencernaan 4,64 persen. “Pada umumnya, mereka baru diketahui pada saat akan divaksin. Yakni saat tahapan wawancara dan pemeriksaan,” jelasnya.

Sementara untuk kasus iksklusi (SDMK yang dikeluarkan sebagai penerima vaksin), lanjut Dwi, di Kabupaten Magelang juga ada beberapa orang. Mereka gagal menerima vaksin karena beberapa sebab juga.

Terbanyak karena pernah terkonfirmasi Covid-19 (penyitas) ada 31,41 persen. Kemudian ada juga karena gangguan pernafasan 16,28 persen, gangguan pencernaan 11,87 persen, kanker 3,25 persen, hamil 12,45.

“Kalau ada SDMK yang tidak bersedia divaksin karena tengah menjalani program hamil juga diperbolehkan. Di kabupaten magelang, ada 2,49 persen,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI