2040 Temanggung Terancam Banjir Sampah?

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRjogja.com – Kondisi persampahan di Temanggung semakin memprihatinkan. Tiap hari yang bisa ditampung di TPA Sanggrahan hanya 120 ton atau hanya 35 persen dari seluruh produksi warga Temanggung. 65 persen belum tertangani.

“Sampah akan meningkat dan jika tidak segera ditangani, dalam jangka panjang sampah di Temangung akan menumpuk dan menurut perhitungan pada 2040 akan terjadi kebanjiran sampah,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono, ditemui usai Diskusi Pengelolaan Sampah, Senin (14/6).

Entargo mengatakan perlu gerakan pengelolaan sampah sedini mungkin dengan melibatkan semua komponen masyarakat, termasuk institusi pendidikan. Pengelolaan sampah di institusi pendidikan bertujuan mengedukasi masyarakat dalam hal ini anak-anak didik untuk lebih dini mempunyai kebiasaan mengelola sampah dan lingkungan hidup pada umumnya dengan baik sampai pada kehidupan dewasa.

Dikatakan pengelolaan persampahan dengan pelibatan steakholder pendidikan dengan jangka panjang memasukkan pengelolaan sampah pada muatan lokal dan kurikulum namun dalam waktu dekat ini belum bisa dimasukkan.

Dia mengatakan dalam jangka pendek yang bisa dilakukan adalah membuat aturan di sekolah-sekolah dan pesantren untuk bisa mengolah sampah dan lingkungan hidup dengan baik. “Target pada Juli mendatang saat pembelajaran tatap muka dimulai sudah bisa berjalan,” kata dia.

Yang penting, lanjutnya, dalam persampahan adalah membangun sistem yakni mengelola sampah mulai dari produsen jadi sampah organik dan non organik selesai di sumber sampah. Sehingga sampah yang dibuang di TPA adalah sampah residu.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Temanggung Pamudji Santoso mengatakan mendukung adanya pemilahan dan pengelolaan sampah di sekolah. ” Siswa dan guru akan aktif untuk pengelolaan sampah diantaranya memanfaatkan sampah untuk kompos atau hal yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi,” kata dia. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI