21 Desa Kawasan Perkotaan Teridentifikasi Kumuh

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN (KRJOGJA.com) – Sampai tahun 2017 Kebumen memiliki 21 desa/kelurahan di kawasan perkotaan  kecamatan (Kebumen, Karanganyar, Gombong, Prembun dan Kutowinangun) yang sejumlah kawasan pemukimannya teridentifikasi kumuh parah. 

" Namun sayangnya, dari 21 desa di 5 kecamatan itu hanya 9 desa/kelurahan di 3 kecamatan yaitu Kebumen, Karanganyar dan Gombong yang di tahun 2017 ini ditangani untuk dibebaskan dari kekumuhannya. Sedangkan 12 desa/kelurahan lainnya masih belum jelas waktu penanganannya," ungkap Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Misrodin, di ruang kerjanya, Senin (25/09/2017).

Penelitian tentang kekumuhan kawasan perkotaan 5 kecamatan di Kebumen tersebut dilakukan oleh tim Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di tahun 2016 lalu. Kemudian data yang diperoleh diserahkan kepada Pemerintah Pusat untuk mendapatkan pembiayaan penanganannya melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian PUPR mulai tahun anggaran 2017.

" Program penanganan kekumuhan untuk membebaskan 9 desa/kelurahan di  3 kecamatan dari kekumuhan tersebut direncanakan berjalan selama 3 tahun,  yaitu 2017 sampai 2019. Di tahun 2017 dianggarkan Rp 4,58 miliar dari APBN 2017," jelas Misrodin.

Ada 8 aspek dalam Program Kotaku guna membebaskan kawasan tersebut dari  kekumuhan, yaitu aspek sanitasi, drainase, keteraturan bangunan, akses  jalan, penanganan sampah, air minum, penanganan kebakaran dan ketersediaan ruang terbuka publik.

" Program ini pelaksanaannya dilakukan oleh warga setempat secara gotong royong, sejak perencanaan sampai penyelesaiannya. Sedangkan pemerintah hanya berperan untuk membimbing dan mengawasi saja," jelas Misrodin. (Dwi) 

BERITA REKOMENDASI