21 Produk UKM Purworejo Lolos Masuk Pasar Modern

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 64 produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Purworejo diseleksi masuk ke pasar modern. Perwakilan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menilai beberapa produk UKM layak dijual di minimarket.

Seleksi tersebut diikuti 39 usaha kecil yang memproduksi makanan dan minuman. "Kami  terbuka dengan UKM dan dua tahun terakhir gencar menggandeng mereka. Kebetulan Pemkab Purworejo memfasilitasi kerjasama UKM, dan kami tindaklanjuti dengan proses kurasi atau penilaian," ujar Manajer Divisi Food PT Indomarco Prismatama Cabang Yogyakarta, Anggi Tonyius, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, disela seleksi produk, Rabu (07/11/2018).

Dalam tahap kurasi, perusahaan menilai pencantuman nomor PIRT, kemasan, kebersihan, informasi produk, nilai kekhasan dan rasa. Pihak perusahaan juga memberi masukan tkepada pelaku usaha terkait produk mereka.

Berdasar penilaian, sebanyak 21 produk dinyatakan lolos seleksi dan dapat dipajang di gerai minimarket. Produk itu terdiri atas makanan kering, minuman kering dalam kemasan dan makanan khas Purworejo. Sementara enam dinyatakan tidak bisa masuk, sedangkan 12 sisanya masih harus dievaluasi.

Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Dinas KUKMP) Purworejo memfasilitasi negosiasi antara perusahaan dengan pelaku UKM yang dinilai lolos seleksi. "Kami nego soal harga dan memastikan lagi soal kapasitas produksi mereka. Kami akan menyesuaikan dengan kemampuan produsen," terangnya.

Untuk sementara, produk rencananya akan dipajang di gerai toko modern yang ada di Purworejo. "Tapi jika pasarnya bagus dan produsen mampu menjaga kuantitas, sangat mungkin produk akan dipajang di seluruh gerai cabang Yogyakarta, ada 592 toko di 21 kabupaten," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KUKMP Purworejo Drs Gandi Budi Supriyanto mengemukakan, pemkab memiliki misi mengangkat produk UKM hingga kancah nasional. "Salah satu jalannya kerjasama dengan toko modern. Selain membidik peluang, kami juga akan belajar tentang bagaimana memenuhi keinginan pasar," tuturnya.

Menurutnya, adalah hal biasa ada produk yang tidak lolos seleksi. Ia mengaku tidak memaksa perusahaan untuk menerima produk apabila dinyatakan tidak layak. "Saran dari perusahaan akan dijadikan evaluasi, harapannya bisa diperbaiki dan lolos apabila Indomaret kembali mengadakan seleksi," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI