250 Hektare Sawah di Purworejo Puso

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Tanaman padi seluas kuang lebih 250 hektare di Kabupaten Purworejo puso sepanjang musim kemarau 2018. Habisnya sumber air menyebabkan petani gagal mencukupi kebutuhan sawah mereka.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Purworejo Ir Eko Anang SW mewakili Kepala DP2KP Ir Bambang Jati Asmara mengatakan, upaya penyelamatan telah dilakukan petani dan dinas. "Bantuan sarana seperti pompa disalurkan setiap tahun, tetapi memang kemarau kali ini cukup panjang," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (12/10).

Kemarau juga mengakibatkan 171 hektare sawah mengalami kekeringan sedang hingga berat dan 498 hektare terdampak ringan. Petani terdampak adalah mereka yang membudidayakan padi untuk musim tanam kedua dan ketiga.

Selain menyebabkan gagal panen, kekeringan diperkirakan menurunkan produksi gabah hingga lebih dari 50 persen di lahan terdampak. "Produksi turun drastis, namun setidaknya untuk petani yang sawahnya terdampak sedang hingga berat, mereka masih bisa panen," ucapnya,

Menurutnya, antisipasi masih mengalami kegagalan karena kondisi alam yang tidak memungkinkan. Sebagian besar petani yang gagal panen mengandalkan air permukaan seperti sungai dan kubangan untuk mengairi sawah. Mereka belum membuat sumur bor.

Akibatnya ketika kemarau panjang dan sumber habis, mereka tidak bisa mengairi sawah, "Sumbernya sudah habis, kalaupun mencari, harus mengambil di sungai yang jaraknya jauh, sehingga petani kewalahan dan membiarkan sawahnya gagal panen. Petani sawahnya selamat karena mereka buat sumur bor, seperti di Kecamatan Ngombol," terangnya.

Pemerintah akan mengusulkan petani yang gagal panen untuk mendapat bantuan benih pada musim tanam berikutnya. DP2KP Purworejo mendata, luas panen padi bulan Oktober seluas 1.450 hektare, November 517 dan Desember 36 hektare. (Jas)

BERITA REKOMENDASI