253 Pesilat Berlaga di Kejuaraan Antarpelajar Purworejo

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 253 pesilat berlaga dalam Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar Se Kabupaten Purworejo 2018 di Tenis Indoor SMA Negeri 5 Purworejo, Rabu – Kamis (26-27/12/2018). Mereka bertanding dalam 42 kelas untuk jenjang SD, SMP dan SMA.

Kejuaraan tersebut merupakan hasil kerjasama antara SMA 5 Purworejo dengan Pengcab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Purworejo. "Kejuaraan itu agenda rutin IPSI Purworejo, kebetulan guru pembina silat sekolah kami juga pengurus, akhirnya kerjasama dan sekolah sebagai penyelenggara," kata Kepala SMA Negeri 5 Purworejo Wicaksono Agus Purnomo MM, kepada KRJOGJA.com, Rabu (27/12/2018).

Menurutnya, sekolah menyetujui karena selain membantu pembinaan atlet juga mengenalkan lembaga pendidikan itu kepada masyarakat Kabupaten Purworejo. Kejuaraan sendiri diikuti atlet dari 19 SD, 24 SMP dan 19 SMA/SMK di 16 kecamatan Purworejo.

Kejuaraan tersebut dihadiri Ketua Pengcab IPSI Purworejo Akhmad Fauzi MA dan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpoda) Sukmo Widi Harwanto SH MM. Dalam sambutannya, Sukmo Widi mengatakan apabila kejuaraan penting diselenggarakan untuk membina prestasi pesilat mda Purworejo.

Dikatakan, perguruan silat di Purworejo banyak menghasilkan atlet muda yang mengharumkan nama daerah di kejuaraan tingkat regional atau nasional. "Kejuaraan adalah ajang latihan sekaligus evaluasi diri dan pemacu semangat. Harapan kami diselenggarakan secara berjenjang, ajang ini dimasukkan sebagai prapopda," terangnya.

Sementara panitia kejuaraan Nur Yasin mengemukakan, peserta SD berlaga dalam 12 kelas, SMP dan sederajat 15 kelas, sedangkan SMA/SMK/MA mempertandingkan 15 kelas. "Sebelum bertanding dilakukan timbang berat badan untuk menentukan pada kelas mana atlet berlaga," ungkapnya.

Untuk pertandingan, lanjutnya, mengacu pada peraturan yang dihasilkan Munas IPSI tahun 2012. Pemenang ditentukan lewat nilai tertinggi yang diperoleh dalam dua babak pertarungan. Nilai dari pukulan, tendangan, jatuhan dan tangkisan yang sah. "Untuk menjaga keselamatan, dilarang pukulan pada bagian tubuh berbahaya. Kami juga siapkan tim medis," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI