27 Pelatih Ikuti Kursus Lisensi D PSSI

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 27 pelatih dan guru olahraga dari beberapa kabupaten Jawa Tengah dan Jawa Timur mengikuti kursus untuk mendapatkan Lisensi D PSSI di Kabupaten Purworejo. Mereka menimba ilmu tentang kepelatihan dari instruktur pelatih PSSI berlisensi A AFC selama sepekan, Senin – Sabtu (21-26/6).

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Purworejo Angko Setiyarso Widodo mengatakan, asosiasi memiliki kewajiban meningkatkan kualitas sepakbola di daerah. Selain pemain, katanya, pelatih dan perangkat pertandingan lainnya juga harus ditingkatkan secara progresif. “Mereka butuh dilatih, diberi pemahaman tentang bagaimana melatih dan menyiapkan anak usia dini agar kelak bisa menjadi pesepakbola hebat yang bisa mengharumkan nama daerah, juga secara ekonomi bisa hidup layak,” katanya kepada KRJOGJA.com, Kamis (24/6).

Menurutnya, selain peningkatan kapasitas Lisensi D juga menjadi syarat untuk dapat melatih tingkat dasar untuk pesepakbola usia dini di tingkat kabupaten. Pelatih berlisensi juga menjadi salah satu syarat klub untuk mengikuti kompetisi resmi yang diselenggarakan asosiasi. Askab membuka kesempatan kursus itu tidak hanya untuk pelatih dan guru Kabupaten Purworejo, tapi juga berbagai daerah. Tercatat tiga puluh pelatih dan guru mendaftar kursus itu.

Asosiasi menerapkan protokol kesehatan ketat dengan kewajiban tes swab antigen terhadap seluruh peserta. Sebanyak 12 pelatih dan guru berasal dari Purworejo, sisanya dari berbagai daerah. “Hasilnya tiga positif dan tidak diperkenankan ikut kursus, hanya 27 pelatih dan guru saja yang bisa ikut. Pelaksanaan kegiatan juga tetap menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai instruksi Asprov PSSI Jawa Tengah,” terangnya.

Instruktur pelatih PSSI Kibnu Harto mengemukakan, pelatihan diisi dengan teori dan praktik yang berkaitan dengan kepelatihan dan penunjang kepelatihan. Peserta diajak untuk memahami tentang wawasan bermain dan kepelatihan, sehingga mereka mampu menyiapkan materi, melatih anak. “Perencanaan dan eksekusi itu ditutup dengan evaluasi,” katanya.

BERITA REKOMENDASI