28 Suami Istri Bertarung di Pilkades Temanggung

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Sebanyak 28 pasangan suami istri bertarung pada Pemilu Kepala Desa di Kabupaten Temanggung yang akan digelar 9 Januari 2020 mendatang.  

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Agus Sarwono mengatakan digaetnya istri atau suami pada Pilkades karena tidak ada warga lain yang berani maju, sementara berdasar aturan harus ada dua kandidat. 

“Secara administratif harus terpenuhi, lalu digandenglah istri atau suaminya,” kata Agus, Kamis (5/12/2019).

Dia mengatakan calon marupakan pasutri diantaranya Desa Rejosari, Balesari, Tanurejo kecamatan Bansari. Desa Pare, Ngropoh Prwosari di Kecamatan Kranggan. Desa Kalimangis dan Wadas di Kecamatan Kandangan. Desa Prangkokan, Gondosuli, Wonosari dan Pengilon di Kecamatan Bulu. Desa Campurejo, Pitrosari dan Purwosari di Kecamatan Tretep.

“Rata-rata kepala Desa yang maju kembali dalam Pilkades di desa tersebut adalah mantan Kepala Desa sebelumnya atau petahana,” katanya.

Dia menyebut 9 Januari 2019 mendatang, seharusnya pilkades di 216 desa, namun di Desa Wates Kecamatan Wonoboyo tidak ada satupun warga yang mendaftarkan diri, sehingga diikutkan pada pilkades serentak selanjutnya.  

Dikemukakan alasan warga di Desa Wates Kecamatan Wonoboyo tidak mendaftar diantaranya warga menganggap penghasilan sebagai kepala desa di desa tersebut tidak sesuai dengan tanggungjawab yang diemban. Sebab, tanah bengkok tidak seluas di desa-desa lainnya dan penghasilan tetap (siltap) kepala desa dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan operasional sebagai kepala desa.

Dia mengemukakan siltap Kades saat ini hanya sekitar Rp 1,6 juta, dan untuk 2020 untuk Kades mencapai Rp 2,4 juta hingga Rp 2,6 juta. (Osy)

BERITA REKOMENDASI