303 Warga Purworejo Terdeteksi Data Ganda Kependudukan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 303 warga Kabupaten Purworejo terindikasi dobel data kependudukan. Mereka telah melakukan perekaman data KTP elektronik di daerah lain, namun mencoba melakukan hal serupa di Purworejo. Pemerintah memberi catatan khusus kepada mereka dan tidak bisa mencetak KTP elektronik untuk warga bersangkutan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purworejo Ahmad Kasinu mengatakan, warga merekam ulang karena mereka lupa atau berusaha menutupi jati dirinya. “Ada yang mengaku kepada petugas jika belum merekam data, lalu setelah direkam dan data dikonfirmasi ke pusat, ternyata yang bersangkutan telah melakukan perekaman data di tempat lain,” katanya kepada KRJOGJA.com, Rabu (21/10/2020).

Selain itu, katanya, ada perekaman data yang gagal karena warga menggunakan lensa kontak. Pola iris mata warga tidak terdeteksi dengan benar karena terhalang lensa itu.

Menurutnya, untuk warga yang pernah melakukan perekaman data, tidak perlu melakukannya lagi. Data kependudukan yang bersangkutan telah terekam di pusat data pemerintah, sehingga tinggal mencetak ulang apabila KTP elektroniknya rusak atau hilang. “Sekarang sistemnya satu data tunggal, satu NIK untuk satu warga, tidak mungkin bisa ganda,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI