35 Petugas Pemantau Awasi Penyembelihan Hewan Kurban di Kebumen

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Salah satu persiapan Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen untuk menghadapi Idul Adha 2019 adalah menggelar workshop pelaksanaan kurban bagi pengurus mesjid se Kabupaten Kebumen, belum lama ini.

Juga, dikerahkan 35 petugas pemantau yang terbagi dalam 5 tim ke berbagai lokasi pemotongan hewan kurban di Kabupaten Kebumen. 

Baca Juga: Panglima TNI Salat Idul Adha Bersama Prajurit

"Dalam workshop itu kami paparkan secara lengkap tentang pelaksanaan kurban yang baik dan benar dari sisi kesehatan hewan kurban, tata cara pemotongannya maupun pengelolaan daging hewan kurban pasca dipotong," ujar Kabid Peternakan Distapang Kebumen, Ir Ika Rahmawati, saat memantau pelaksanaan kurban Idul Adha 2019 di Kebumen, Minggu (11/08/2019).

Dari hasil pemantauan tim Distapang Kebumen sampai Minggu (11/08/2019) siang ditemukan sejumlah hal yang tak sesuai dengan kriteria pengelolaan hewan kurban yang benar. Selain kondisi kesehatan hewan kurban yang kurang bagus, tata cara pengelolaan hewan kurban pasca dipotong terlihat kurang higienes. 

"Diantaranya, alas yang digunakan untuk menaruh daging kurban terlihat kotor. Dikhawatirkan, dampaknya banyak bakteri akan menempel di daging kurban tersebut," ujar Ika.

Begitu pula, pengemasan daging setelah dipotong-potong kebanyakan masih menggunakan tas kresek dan plastik. Padahal Distapang sudah menganjurkan dalam workshop agar digunakan daun pisang, daun jati atau besek bambu.

Sejumlah temuan tim terkait kondisi hewan kurban diantaranya terjadi kerusakan pada organ dalam hewan seperti hati, ginjal dan empedu. Juga, infeksi cacing pada hati.

"Dalam pengelolaan pasca pemotongan, sebaiknya organ-organ jeroan dipisahkan dari bagian-bagian lainnya. Sebab, jeroan merupakan organ penyimpan kotoran hewan, jangan sampai mencemari bagian-bagian lainnya," ujar Ika.(Dwi) 

BERITA REKOMENDASI