4 Proyek Embung Baru Masih Terkendala Izin Perhutani

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Enam embung baru senilai Rp 8 miliar lebih direncanakan akan dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen di tahun anggaran 2019. Namun rencana tersebut terancam gagal terealisasikan keseluruhan di tahun 2019, karena 4 calon embung masih terhalang izin penggunaan lahan dari Perum Perhutani.

"Ada 4 calon embung yang belum mendapatkan izin penggunaan lahan dari Perhutani, yaitu di Wadasmalang Kecamatan Karangsambung, Sadang Kulon Kecamatan Sadang, Tlogosari dan Karangduwur Kecamatan Ayah," ungkap Kasi Air Baku Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Fajar Rahmanto ST, di ruang kerjanya, Jum'at (28/06/2019).

Sedangkan 2 calon embung lainnya yakni di Sidomukti Kecamatan Kuwarasan dan Peniron Kecamatan Pejagoan tak ada masalah apapun dan sudah siap untuk dilelangkan di bulan Juli 2019.

Menurut Fajar, hutan pinus milik Perhutani yang akan digunakan oleh proyek pembangunan 4 embung tersebut meliputi sekitar 80 % dari kebutuhan lahan. Sedangkan 20 % lainnya berupa lahan milik desa- masing-masing.

Beberapa bulan lalu Pemkab Kebumen sudah mengirimkan surat permohonan izin pakai lahan kepada Perum Perhutani. Adapun tahapan yang belum dilakukan adalah survey ke lokasi oleh tim Perum Perhutani.

"Setelah disurvey, maka dibuat surat permohonan lagi disertai data-data tentang lahan yang akan dipakai," ujar Fajar.

Menurut Fajar, apabila tahapan survey lalu penyerahan surat permohonan hingga keluarnya izin pakai melewati bulan Agustus 2019, maka rencana pembangunan keempat embung tersebut akan ditunda hingga 2020. Mengingat, setelah surat izin pakai dari Perhutani nantinya keluar, masih ada beberapa tahap yang harus dilalui.

"Tahapan berikutnya adalah proses penghitungan ganti rugi terhadap tegakan atau pohon milik Perhutani yang kena tebang. Uang ganti rugi yang akan kami berikan kepada Perhutani tersebut berasal dari APBD 2019 Kebumen," ujar Fajar.(Dwi)

BERITA REKOMENDASI