50 Persen PDAM di Indonesia Tidak Sehat

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Sekitar 50 persen perusahaan daerah air minum (PDAM) di wilayah Indonesia tidak sehat. Ini terjadi karena PDAM tidak boleh bisnis tapi harus memberikan pelayanan yang terbaik utuk masyarakat.

 

“Saat terjadi devisit, atau air macet maka PDAM akan mendapat protes habis-habisan,” keluh Wakil Ketua (Waka) Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Jawa Tengah Winanto, Rabu (31/8).

Saat berada di PDAM Tirta Purwitasari Kabupaten Purworejo, Winanto menjelaskan, bahwa sebagai operator atau tukang ledeng, bukan pekerjaan mudah. Secara moral harus berhadapan dengan masyarakat banyak dengan berbagai latar belakang dan tingkat emosional yang berbeda. Kegiatan operasional tinggi dan harga berbagai peralatan mudah melambung, namun tidak bisa menaikkan harga produksi sewaku-waktu. “Proses cukup memakan waktu karena harus mendapat persetujuan dari berbagai pihak,” jelasnya.

Dengan biaya operasional yang terbatas itu, maka wajar jika secara nasional PDAM yang sehat hanya 50 persen.

Biaya operasional yang besar dan hasil produksinya harus dijual murah itu menurut Winanto, membuat sebagian PDAM tidak sehat. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI