7 Proyek Jalan di Kebumen Tunggu Izin Perhutani

KEBUMEN l, KRJOGJA.com – Tujuh proyek jalan di Kebumen kini harus tertunda penyelesaiannya karena harus menunggu keluarnya izin dari Perum Perhutani.

" Ketujuh ruas jalan tersebut memang menggunakan sebagian lahan Perhutani yang tersebar di 7 lokasi, maka kami harus menyelesaikan izin penggunaannya," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Haryono Wahyudi MT, di ruang kerjanya, Jum'at (31/01/2020).

Menurut Haryono ketujuh proyek tersebut berada di 6 kecamatan kawasan pegunungan Kebumen. Yaitu, Sempor, Karanggayam, Sadang, Karangsambung, Alian dan Padureso. Panjang jalan yang belum terselesaikan karena terkendala izin Perhutani mencapai 67 kilometer. Diantara ketujuh proyek itu salah satunya adalah jalan tembus sepanjang 4 kilometer menuju Kabupaten Banjarnegara melalui Sadang Kulon Kecamatan Sadang Kebumen ke arah Srisip di Banjarnegara.

" Proyek ini dibiayai oleh APBD Jawa Tengah yang realisasinya sudah tertunda hampir 3 tahun. Berdasarkan penjelasan Perhutani serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada kami di Jakarta, belum lama ini, izin penggunaan lahan-lahan Perhutani sudah bisa dikeluarkan tahun 2020 ini," ujar Haryono. Dengan adanya 'lampu hijau' dari dua instansi pusat itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen lalu berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah yang menyatakan siap mengucurkan dana APBD 2020 Jawa Tengah untuk proyek jalan Sadang – Srisip sebesar Rp 6 miliar. Selain ruas Sadang Kulon – Srisip, adapula jalan tembus ke Banjarnegara melalui Giritirto ke Selogiri Karangsambung Kebumen dan Giritirto – Kedungbutuh. Juga, ruas jalan tembus menuju Kabupaten Wonosobo melalui Wadasmalang – Lancar.

" Bila proyek Sadang – Srisip dibiayai APBD Jawa Tengah, 6 proyek lainnya dibiayai APBD Kebumen. Namun konstruksi 7 proyek tersebut menggunakan rabat beton," ujar Haryono.(Dwi) 

BERITA REKOMENDASI