70 Sungai di Indonesia Kritis

PURWOREJO (KRjogja.com) – Kurang lebh 70 persen aliran sungai di Indonesia dalam kondisi kritis. Kerusakan sungai mulai hulu hingga hilir sebagai marak terjadi.

Kerusakan itu merupakan ulah manusia yang memanfaatkan sungai dan kawasan sekitarnya secara serampangan. "Kawasan hulu rusak karena pembalakan dan alih fungsi lahan marak hingga ke muara," ungkap Dadang Sudareja, pemerhati lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), saat di Purworejo, Selasa (1/11/2016).

Menurutnya, kerusakan parah juga terjadi pada sungai yang melintasi perkotaan. Penyebabnya karena pola hidup sebagian masyarakat yang memanfaatkan sungai sebagai tempat sampah raksasa.

Kerusakan mengakibatkan fungsi sungai sebagai penampung air berkurang. "Akibatnya ketka curah hujan tinggi, sungai tidak mampu menampung air dan terjadilah banjir. Tidak hanya itu, fungsinya sebagai sumber air baku juga tidak maksimal karena airnya kotor," katanya.

Walhi, katanya, melakukan upaya advokasi agar pemerintah memiliki kepedulian dengan membuat kebijakan yang ramah sungai. Selama ini, penyelamatan sungai dinilai belum menjadi prioritas pembangunan pemerintah.

Pemerintah perlu membentuk badan otoritas khusus pengelola sungai. Selama ini, pemanfatan sungai dikendalikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di bawah Kementerian PU dan PR.

"BBWS fokusnya kebanyakan pada infrastruktur sungai, apabila ada badaaan otoritas yang terintegrasi dengan pemerintah, penanganan tidak hanya pada infrastruktur, namun juga bagaimana mendidik masyarakat mencintai sungai," tandasnya.(Jas)

 

 

BERITA REKOMENDASI